Hai, apa kabar kalian?
Semoga slalu dalam lindungan-Nya.
Hai, sibuk apa sekarang?
Semoga dimudahkan oleh-Nya.
Hai, masih ingat aku?
Semoga iya, sepertiku.
Kandangan, 02/04/18.
Hai, apa kabar kalian?
Semoga slalu dalam lindungan-Nya.
Hai, sibuk apa sekarang?
Semoga dimudahkan oleh-Nya.
Hai, masih ingat aku?
Semoga iya, sepertiku.
Kandangan, 02/04/18.
Setiap orang unik, punya kepribadiannya masing-masing. Tidak heran jika kamu menemukan orang yang sangat cocok denganmu, yang baru pertama ketemu tapi seperti teman lama, karena setiap hati memiliki kecenderungannya. Tapi di atas semua itu, akan ada orang yang selalu cocok pada siapapun yang ditemuinya. Kenapa? Karena dia terbuka dengan semua keanekaragaman tersebut. Dia tipikal yang membaur tapi tidak melebur, pandai menempatkan diri, dan berusaha mencari celah positif dari tidak kecocokan itu. Semoga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi, memperlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan. Tidak peduli cocok atau tidak cocok, hormatilah setiap keunikan yang ada, mencoba mengerti dan memahaminya. Selamat berproses!
18 September 2017 - 17 September 2018
Satu tahun pengabdian iship. Kembali jauh dari rumah, belajar bahasa baru, menjelajah tempat-tempat baru, dan berkenalan dengan orang-orang baru. Semoga bisa bermanfaat dimanapun berada, Ya Robb.
Kota Kandangan, Kab. Hulu Sungai Selatan, Kalsel. Meskipun masuk di list urutan ke 14 saat pemilihan wahana, Ci tidak tahu banyak soal RSUD Brigjend H. Hasan Basry Kandangan. Tetapi, maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Allah tahu dimana tempat yang terbaik untuk Ci. Sejauh Ci di sini 2 minggu lebih, Ci tahu kalau RS ini cocok sama kebiasaan-kebiasaan Ci yang suka tantangan. Cocok jadi tempat mengumpulkan ilmu yang banyak berceceran, haha. Semoga setelah iship Allah beri jalan untuk melanjutkan sekolah di jenjang lebih tinggi lagi. Entah apa yang Ci pikirkan, sekolah selalu jadi tempat yang menyenangkan untuk berlabuh. Meski Ci tahu, untuk bersekolah selalu butuh kerja keras yang lebih. Going the extra miles. Tidak ada yang tidak mungkin untuk orang yang selalu percaya bahwa setiap usaha yang kita lakukan akan sebanding dengan hasil yang akan kita peroleh seperti hukum Newton, Aksi sama dengan reaksi.
Pertama tiba di kota kecil ini, kesan pertamanya kok setiap rumah punya kuburan di depan rumah ya? Ada yang bisa menjelaskan alasannya? Hehe. Kota yang memiliki tugu ketupat ini terbilang kota yang rapi dan bersih. Mengingatkan Ci dengan kota kelahiran Ci, Bantaeng. Kota kecil yang cantik. Semoga bisa betah setahun ke depan insyaAllah.
Kosong sekosong-kosongnya.
Orang yang biasanya sibuk, sering 24 jam di RS, jarang tidur enak, susah dapat libur, dimana hidupnya bukan lagi miliknya pribadi.
...dan tiba-tiba nganggur, rasanya kayak nano-nano. Mati kutu.
Dia yang memilih pergi, maka ikhlaskanlah. Bukankah dulu dia juga yang datang tiba-tiba dan menawarkan persahabatan?
Oleh karena itu, jangan pernah tanyakan lagi kenapa dia perlahan-lahan menjauh.
Arcturus, bintang dengan sinar jingga yg berpendar. Kau, bintang favoritku. Cahayamu tak pernah redup, selalu dan terus bersinar untukku. Terima kasih sudah berusaha 'banyak' mengerti Uci yg banyak mau, tukang protes, keras kepala, dan you know me-lah My Ar. Kau akan tetap menjadi bintang paling terang yg aku punya.
Iya kamu. Tidak terhitung waktu yang kamu siakan tanpa menulis. Tidak terhitung moment yang kamu lewati tanpa mengenangnya disini. Bertahun-tahun fokus dengan cita-cita masa kecilmu. Menelantarkan blog demi mengejar seragam putih. ...dan finally, kau telah sampai ke titik itu. Jadi, ayolah Ci, tuliskan kembali setiap keping yang pernah kamu lalui di blog ini. Agar kamu tidak lupa, kamu punya banyak cerita luar biasa yang saat ini hanya kamu kubur dalam ingatan. Bismillah deh, buat nyoret-nyoret lagi!
Pernahkah kalian merasa rindu akan masa yang telah lalu?
Saat ini saya begitu merindukannya. Ingin rasanya kembali ke masa-masa itu. Masa dimana orang yang kita sayangi dan menyayangi kita masih ada, keluarga yang sekarang sudah lebih dulu kembali kepada-Nya. Masa dimana bangunan usang saat ini masih terlihat kokoh dan baru. Masa dimana ayah dan ibu saya masih muda dan kuat. Masa dimana saya masih dengan bebasnya bermain kesana kemari bersama teman-teman kecil saya. Masa dimana setiap sore kami berlomba-lomba ke mesjid untuk belajar mengaji dan memperbanyak hafalan surah pendek dan doa harian. Masa dimana saya selalu merindukan pagi datang lebih cepat agar cepat pula saya ke sekolah dan bertemu teman-teman, belajar dan bermain jadi satu kesatuan. Masa dimana saya begitu senang berkompetisi, selalu ingin jadi yang terbaik dengan memberikan hal terbaik yang bisa saya lakukan. Masa dimana saya sangat senang bertemu dan berkenalan dengan teman-teman baru dari berbagai daerah. Masa dimana membaca cerpen, cerbung, dan novel menjadi hobi saya. Masa dimana saya punya cita-cita yang harus saya perjuangkan, menjadikannya tak hanya sekedar mimpi. Masa dimana semua hal terasa menyenangkan dan tidak membuat saya stress.
Sungguh, saya sangat merindukan masa-masa itu. Hanya ingatan kenangan yang telah lalu yang kini saya miliki...dan saya sangat bahagia walau hanya bisa mengingatnya!
Entah kapan terakhir kali saya suka menulis. Membiarkan kata-kata mengalir dengan sendirinya, dan mencoba mengikat setiap moment berharga yang pernah saya "cicipi" dengan tulisan.
Entah kapan terakhir kali saya bermain-main dengan blog ini, walau hanya sekedar curcol atau mengatakan "Hello"
Apakah rutinitas yang padat atau malas yang sering mendera. Saya pun tak tahu, seakan tak yakin dengan berbagai alasan yang ada.
Entah kapan terakhir kali saya banyak membaca novel dan mantra-mantra penyemangat. Kebiasaan yang dulunya saya senangi kini menghilang seiring hilangnya kalian dari keseharianku, sahabat sehati.
Saya yang dulu suka berkeluh kesah lewat tulisan sudah lama hilang ditelan waktu. Saya yang dulu suka lupa waktu dengan beratus-ratus halaman novel dalam sehari sudah lama hilang disapu angin. Seperti dandelion yang pergi jauh terbawa angin.