Fakultas kedokteran UNSRAT, kebanggaan kita
Pembina dan pengembang ilmu, abdi nusa dan bangsa
Fakultas Kedokteran UNSRAT, almamater jaya
Majulah dengan panji Aesulap dalam pengabdian
Membangun nusa bangsa jaya, cita-cita kita
Masyarakat sehat sejahtera kita wujudkan segera
Dalam terang sinar Pancasila bakti dan mengabdi
Di bawah panji Universitas Sam Ratulangi
Sesama manusia nantikan pelayananmu
Abdikanlah ilmumu demi kemanusiaan
Fakultas Kedokteran UNSRAT, angkatlah panjimu
Seluruh sivitas akademinya, bersatu majulah
Selasa, 16 Agustus 2011
Senin, 15 Agustus 2011
Mari Berbagi
Subhanallah, aku beruntung memiliki keluarga yang selalu menyayangiku. Terima kasih Ya Allah, atas segala nikmat yang kau beri kepadaku.
@Mesjid Aj-Jiddin.
Menghadiri buka puasa bersama anak yatim dan kaum dhuafa. Program yang diadakan oleh BTFK Unsrat. Badan Tadzkir Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi kembali mengingatkanku akan nikmat hidup yang ternyata sebagian orang tidak pernah merasakannya. Hidup di Panti Asuhan, tanpa tahu siapa orang tua mereka. Huaa. Ter-enyuh pada mereka yang masih bisa tersenyum dengan segala keterbatasan yang mereka miliki.
Dik, lihat kakak. Kakak adalah salah satu orang yang sering lupa bersyukur atas nikmat keluarga lengkap yang masih diberi oleh-Nya. Hmm. Jadi rindu ayah, ibu, dan adik-adikku. T.T
Ya Rabb, di sini aku sendiri, tanpa mereka yang kusayang. Kutitip doa untuk orang-orang yang kusayang dan menyayangiku dengan tulus. Lindungilah mereka, sayangi mereka Ya Allah. Seperti mereka yang senantiasa melindungi dan menyayangiku. Semoga nikmat kesehatan dan iman tetap kau curahkan kepada ayah dan ibuku, adik-adikku, mamaku, dan semua sanak keluargaku, begitupun umat muslimin wa muslimat di seluruh dunia. :D
Buat hati kami senantiasa berbagi terhadap sesama Ya Robb. Tambahkan jiwa sosial lebih untuk kami Ya Allah. Ingatkan kami di saat lupa dan tegur kami di saat lalai Ya Ilahi Robbi. Jangan biarkan kami bangga dengan segala yang Kau titip kepada kami Ya Robb.
Semoga kebahagiaan turut bersama dengan kalian, saudara(i)ku yang tabah. :)
Manado, 14 Ramadhan 1432 H. 14 Agustus 2011; 17:45.
White's Vega Star
@Mesjid Aj-Jiddin.
Menghadiri buka puasa bersama anak yatim dan kaum dhuafa. Program yang diadakan oleh BTFK Unsrat. Badan Tadzkir Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi kembali mengingatkanku akan nikmat hidup yang ternyata sebagian orang tidak pernah merasakannya. Hidup di Panti Asuhan, tanpa tahu siapa orang tua mereka. Huaa. Ter-enyuh pada mereka yang masih bisa tersenyum dengan segala keterbatasan yang mereka miliki.
Dik, lihat kakak. Kakak adalah salah satu orang yang sering lupa bersyukur atas nikmat keluarga lengkap yang masih diberi oleh-Nya. Hmm. Jadi rindu ayah, ibu, dan adik-adikku. T.T
Ya Rabb, di sini aku sendiri, tanpa mereka yang kusayang. Kutitip doa untuk orang-orang yang kusayang dan menyayangiku dengan tulus. Lindungilah mereka, sayangi mereka Ya Allah. Seperti mereka yang senantiasa melindungi dan menyayangiku. Semoga nikmat kesehatan dan iman tetap kau curahkan kepada ayah dan ibuku, adik-adikku, mamaku, dan semua sanak keluargaku, begitupun umat muslimin wa muslimat di seluruh dunia. :D
Buat hati kami senantiasa berbagi terhadap sesama Ya Robb. Tambahkan jiwa sosial lebih untuk kami Ya Allah. Ingatkan kami di saat lupa dan tegur kami di saat lalai Ya Ilahi Robbi. Jangan biarkan kami bangga dengan segala yang Kau titip kepada kami Ya Robb.
Semoga kebahagiaan turut bersama dengan kalian, saudara(i)ku yang tabah. :)
Manado, 14 Ramadhan 1432 H. 14 Agustus 2011; 17:45.
White's Vega Star
Minggu, 14 Agustus 2011
SUNAT VS AIDS
Sunat Kurangi Risiko AIDS sampai 60 Persen
Tanggal: Thursday, 21 July 2011
Topik: HIV/AIDS
Penularan HIV/AIDS bisa terjadi melalui hubungan seksual. Akan tetapi, jika pria disunat (sirkumsisi), risiko penularannya bisa ditekan hingga lebih dari 60 persen.
Dalam forum AIDS internasional yang berlangsung di Roma, Italia, pekan ini, para ahli memaparkan tiga bukti ilmiah terbaru manfaat sunat untuk mencegah infeksi HIV.
"Sunat merupakan pencegahan yang sederhana, murah, hanya memakan waktu 20 menit dan dilakukan sekali seumur hidup," kata David Lewis dari University of the Witwatersrand, Afrika Selatan.
Dalam uji coba tahun 2006 di Kenya, Uganda, dan Afrika Selatan, risiko penularan HIV bisa ditekan hingga separuhnya. Penelitian jangka panjang bahkan menunjukkan sunat memiliki manfaat lebih besar dari yang selama ini diketahui.
Para ahli menyebut manfaat sunat sebagai "vaksin melalui operasi" karena memiliki efek pencegahan yang efektif dan murah.
Untuk itu, para ahli terus mengampanyekan pentingnya sunat pada pria dari negara-negara sub-Sahara Afrika yang menjadi "rumah" bagi sepertiga dari 33 juta orang yang hidup dengan HIV/AIDS di dunia.
Pada pertengahan 2010 diperkirakan 175.000 prosedur sirkumsisi dilakukan di lebih 13 negara yang merupakan negara prioritas menurut Badan Dunia Pencegahan AIDS.
Studi terbaru dilakukan antara tahun 2007 dan 2010 di kota provinsi Orange Farm yang sudah melakukan 20.000 prosedur sirkumisisi terutama pada kelompok usia 15-24 tahun yang merupakan kelompok paling aktif secara seksual.
Dalam konferensi di Roma diprensentasikan manfaat dari sunat sebagai berikut:
- Pria yang disunat mengaku mereka lebih bergairah secara seksual. Hal ini terungkap dalam penelitian terhadap 316 pria berusia rata-rata 22 tahun yang menjalani prosedur sunat antara Februari dan September 2009.
Setahun setelah operasi, 220 pria mengatakan mereka aktif secara seksual dan seperempatnya menggunakan kondom saat berhubungan seks. Sekitar 87,7 persen menjawab tidak ada kesulitan dalam mencapai orgasme setelah disunat dan 92,3 persen mengaku lebih bergairah.
- Pria yang baru disunat merasa mereka tak berbeda dengan pria yang tidak disunat dalam mempraktikkan seks yang aman. Kesimpulan itu merupakan hasil wawancara dengan 2.207 pria di Kenya, enam bulan pascaoperasi.
Hal tersebut menjawab ketakutan para ahli bahwa pria yang disunat akan menolak melindungi dirinya dari infeksi HIV.
Peraih Novel tahun 2008, Francoise Barre-Sinoussi, yang menemukan HIV sebagai penyebab AIDS, mengatakan, rasa percaya diri yang berlebihan pada pria yang sudah disunat memang perlu dikhawatirkan.
"Tidak ada yang bisa menjamin perlindungan sampai 100 persen, bahkan vaksin sekalipun. Berhentilah berpikir satu upaya perlindungan sudah cukup. Prosedur sunat adalah bagian dari upaya perlindungan diri selain juga pemakaian kondom," katanya.
Manfaat perlindungan dari sunat tidak ditemui pada perempuan yang melakukan hubungan seks dengan pria yang terinfeksi HIV. Hal yang sama juga berlaku pada pria homoseksual yang melakukan hubungan seks dengan orang dengan HIV AIDS.
Sumber: http://health.kompas.com
Istana Baruku :)
Ada Iyaci di kamarku. Hihiw. Iyang Taunga, Iyaci menemaniku di sini. Iyaci selalu menanti kedatanganku saat pulang dari kampus. ckckck. :)
Sisi yang langsung kulihat di saat memasuki istana kecilku. Yeah. Istana baruku, istana yang cukup sederhana, tapi membuatku nyaman berada di dalamnya. :D
Berantakan yah? Wah, wah. Tapi itu sudah yang paling rapi loh. Hohoo. :) Masih perlu renovasi sih. Nanti deh, saya percantik lagi. Hihiw.
Nah, ini apalagi? hehehe. *senyum-senyum* :)
Yang ini, My Stars. Bintang yang menemani malamku.
Menerangi tidurku. Membuatku tetap bersinar di tengah kegelapan malam. Bintang yang berada pas di bawah cermin dan di atas kasur tempat tidurku, kau yang terindah di malam yang gelap gulita. Bersinar teranglah, bintang-bintangku! :D
Kalau yang ini, tempat tidurku. :D
Tempat aku merebahkan tubuh yang letih setelah seharian menjalankan aktivitas kampus yang padat. Ada Si Badak Bercula Dua yang setia kupeluk kapanpun kumau. Hihiw.
Yang terakhir, hiasan dinding yang kubuat kemarin.
Entah kenapa, di saat melihat tabloid bekas PK2MB, saya langsung mencari gunting dan double tip. Lalu kurangkai bentuk kupu-kupu yang selalu menjadi hewan favoritku. *walau bentuknya tidak sempurna seperti kupu-kupu sih* hehehe.
Inilah istanaku untuk satu tahun ke depan. Lima tahun ke depannya belum tahu. Mau tetap ngekost di sini, atau cari kost-an yang baru. Hihiw.
:):):)
Sabtu, 13 Agustus 2011
Moment @Bantaeng
Beuh, rinduka pas kegiatan ini. Rindu pada semua stakeholder Kemah Arkeologi dan Duta Wisata. Ckck. :D
LIFE IS BEAUTIFUL
seorang anak dengan wajah masam, baju kusam dan pancaran tubuh yang tidak membangkitkan semangat datang pada gurunya.
“Ayahanda guru, telah ku ikuti semua nasehat dan petuah ayahanda, aku belajar seharian selepas sekolah disaat semua teman-temanku asyik bermain dan bersenda gurau di taman-taman kota.
Ketika malam menjelang aku tetap saja belajar di saat teman-temanku merasakan kehangatan keluarga mereka menikmati tontonan keluarga.
Do’a, ibadah bahkan shalat malam pun tak pernah lewat satu malam pun”
“Namun, yang kurasakan adalah penderitaan, bukan kebahagiaan yang seperti ayahanda guru sampaikan.
Nilaiku hanya standar seperti pada umumnya teman-temanku, hatiku juga tersiksa.” Hal itu makin menambah kusamnya wajah anak itu.
“Ananda sayang, cobalah angkat sedikit pinggir bibirmu ke atas, tersenyumlah dan perbaiki penampilanmu”, jawab gurunya dengan bijak.
Sebulan kemudian, anak itupun datang kembali kepada gurunya, bukan dengan wajah layaknya bulan lalu, tetapi dengan wajah yang memancarkan nilai positif dan aura kebahagiaan serta penampilan yang sederhana namun sangat bersahaja.
“Ayahanda guru, ternyata hidup ini indah, dan resepnya hanya sederhana.”
Sahabat, terkadang dalam kehidupan kita, kita merasa adalah orang yang paling sengsara di bawah kolong langit ini.
Kecerdasan yang rata-rata, wajah yang pas-pasan, kulit yang hitam lebam, keluarga yang serba kekurangan, sekolah di sekolah yang bukan unggulan, dan hanya mendapatkan teman yang miskin. Astaghfirullah. Semua itu kadang hinggap dalam benak kita, bahkan terkadang bersarang dan membuat hidup semakin susah.
Rasulullah SAW adalah orang yang termiskin di muka bumi tetapi beliau adalah orang yang paling bahagia.
Masih banyak orang-orang di sekitar kita yang hidupnya lebih sengsara dari kita, lebih susah dari kita. Sosok Fahri dalam Ayat-Ayat Cinta yang harus berjuang untuk tetap kuliah dengan menerjemahkan buku.
Sosok Azzam dalam Ketika Cinta Bertasbih yang harus menjadi pedagang bakso di Mesir untuk tetap bisa tetap survive hidup atau sosok Lintang yang harus bersepeda sejauh 80 kilometer sehari melewati rawa yang banyak buayanya untuk bisa bersekolah di sekolah miskin Muhammadiyah di pedalaman Belitong.
Serta Ikal yang harus bangun pukul 2 pagi menjadi pengangkut ikan sampai jam 6 untuk membiayai sekolahnya sendiri yang akhirnya dapat kuliah di Sorbone Prancis yang dikisahkan dalam Laskar Pelangi.
Hidup ini terlalu indah bila hanya diratapi, pandanglah kedepan, lihatlah kawan ada surga yang Allah janjikan untuk kita yang beriman.
Tersenyumlah setiap kali bangun pagi, maka akan terasa sebuah energi positif yang menjalar di sekujur tubunh yang memberikan spirit untuk menjalani hari ini lebih baik lagi.
(Majalah Pebi)
Langganan:
Postingan (Atom)







