Tampilkan postingan dengan label Suasana Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Suasana Hati. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Oktober 2011

-_-"

Jangan lihat seseorang dari penampilannya, 
karena boleh jadi ia sedang tidak menampilkan 
siapa dirinya saat ini.

Sabtu, 08 Oktober 2011

Tersenyumlah!

Hi semuaaa. Aku datang, aku datang! Berusaha datang tanpa membawa kesedihan. Mencoba menjauh darinya, sejauh mungkin, juga mencoba untuk membuat garis lengkung di bibir, lalu menularkannya pada semua orang. :) Ternyata membuang kesedihan lumayan susah juga yah? Bikin sesak. -___- ckck.

Tersenyum yuk! Karena tersenyum membuatmu terlihat RAMAH, juga terlihat CERIA. Jadi jangan pasang tampang CEMBERUT melulu, juga tampang SERAM jika bertemu orang lain. Dilihatnya gak enak banget. Serius loh! Jangan sekali-kali membuat wajahmu terlihat JELEK. Gak akan ada yang mau deket-deket dengan orang yang DINGIN. ;)


Beberapa orang sudah lupa bagaimana cara TERSENYUM. Miris. Padahal tersenyum gak susah kok, gak sesusah nyari duit. Hihii. Tapi kenapa yah banyak orang yang harus berpikir dulu buat kata yang satu ini? Senyum. Senyum kan ibadah. Senyum membuat hati kita lebih nyaman, lebih enjoy, lebih tenang, dan lebih-lebih yang lainnya, heehee. :D

Eits, tapi jangan senyum-senyum sendirian, jangan senyum terus tanpa henti, jangan cengengesan kayak anak kecil, juga jangan senyum-senyum di depan layar komputer yah. Kalo kayak gitu sih bukan lagi senyum normal, tapi abnormal. :p Perlu ke psikiater tuh, sarafnya ada yang error, pasti! hahaaa. Kata temanku, harus periksa pake EEG, Elektroenchepalograf. ckckck. -___-

Jadi jangan segan buat tersenyum. Tersenyumlah kepada siapa saja yang kau temui, sekalipun kau tak mengenalnya! Karena itu lebih baik dari pada bersikap acuh. ;)

Selamat menularkan energi positif pada siapa saja!
Senyum! :)

Jumat, 07 Oktober 2011

Sedihku..

Beliau telah pergi. Jauh meninggalkanku tanpa sempat berucap maaf padanya. Tak menyangka bahwa saat itulah terakhir kali aku dapat memeluk dan mencium punggung tangan beliau. :( Tak 'kan kutemui lagi sosok bijaksana saat pulang nanti, saat pulang ke tanah kelahiranku. Tak akan ada yang menasihatiku lagi untuk tidak merepotkan ibu, untuk selalu membantu ibu, dan untuk bisa membahagiakan ibu. Yah, nasihat beliau lebih banyak untuk ibu. Juga nasihat yang begitu melekat di hatiku saat ini, yang juga boleh dikata itu nasihat terakhir yang beliau tuturkan kepadaku, saat keberangkatanku ke Manado. "Jaga imanmu, nak." T__T Nasihat yang begitu dalam maknanya. Yang membuatku tak berhenti menitikkan air mata jika mengingat semuanya.

Tadi malam jam 10.00 pm, beliau pergi, pergi untuk meninggalkan dunia yang fana ini dan berpindah ke alam selanjutnya, alam barzakh untuk menanti tibanya hari Yaumil Akhir. :'( Ibu tak menelponku kala itu. Bahkan aku baru mengetahuinya saat siang tadi. Aku tahu, ibu tak mau membuatku sedih mengingat hari ini adalah MID terakhirku. Ibu, aku ingin bertemu nenek untuk yang terakhir kalinya. Tapi percuma aku pulang, jika untuk melihatnya pun sudah tak sempat. Kenapa tidak menungguku? Beginikah resiko jauh dari kampung halaman? Tak bisa berbuat apa-apa saat mendengar berita yang menyedihkan. Hanya air mata yang menetes menemani perasaan pilu yang tak tertahan. T__T

Aku hanya bisa mendoakan nenek dari sini, mendoakan nenek agar diberi tempat yang baik di sisi-Nya. Agar Allah melapangkan kubur nenek, memberikan cahaya peneduh, dan taman-taman surga pada kubur nenek. Ucii sayang nenek, sangaaaat sayaaang. :'( Biarkan Ucii bertemu nenek untuk yang terakhir kalinya, walau hanya dalam mimpi. Aku ikhlas nenek pergi. Yaah, mencoba untuk tegar mengahadapi kenyataan ini. Kullu nafsin za iqotul maut, setiap yang bernyawa pasti akan berpulang.

Minggu, 25 September 2011

Sakit. :(

Tenggorokan meradang. -___-
Batuk. Latto' lagii. Ckck.
Agak sedikit puyeng. Huft.
Butuh istirahat buat memulihkan stamina.
Hahahaa. Cha'yoo Ci'! :D
Cuma sakit biasaa, hihi.

Allaahumma 'aafinii fii badanii,
allaahumma 'aafinii fii sam'ii,
allaahumma 'aafinii fii bashorii.
Aamiin. :)

Senin, 12 September 2011

Saat Kau Harus Pergi

*Mengingat malam terakhir di Takalar*

GALAU. Yah, itulah satu kata yang cukup pantas menggambarkan perasaanku. Betapa tidak? Ada banyak pertanyaan di batok kepalaku kala itu.

Apakah saya mampu untuk mandiri? Bisakah saya hidup sendiri? Apakah saya BISA merubah 180 derajat kebiasaan selama ini dengan kenyataan di hari esok bahwa saya akan berada di sana tanpa ayah dan ibuku?  SENDIRI.

Hiks. *memprihatinkan* :(

Semua yang di atas adalah pikiran bodoh yang sempat terlintas dibenakku. Itu hanya akan mengerdilkanku. Hahaa. Enjoy it, Chi'! Yup, yup. Saat ini saya mampu menikmatinya. Walau terkadang perasaan rindu menyergapku.

Ingatlah bahwa beberapa tahun ke depan kau akan menuai hasilnya Chi'. hasil dari apa yang kau perjuangkan saat ini. Jadi bersemangatlah! Be the best, do your best! Buktikan bahwa anak Makassar BISA tonji. Hihihi. *semangat 45* :D

White's Vega Star
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...