Kamis, 29 September 2011

Aku Seorang Muslim!

“Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang munkar” (QS: Ali ‘Imran : 110)

Aku seorang MUSLIM dan aku tidak menyesal terlahir sebagai seorang muslim. Kebahagiaan yang tidak dapat dinilai dari segi materi, pangkat, dan jabatan adalah kebahagiaan menjadi seorang muslim, karena kebahagiaan menjadi seorang muslim terletak pada keridhaan Allah Subhaana Wa Ta'ala.

White's Vega Star

Senin, 26 September 2011

Tak Ada yg Menyalahi Janji-Nya

"Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula)."
(Surah An-Nur: 26)
Di dalam firman-Nya terdapat janji yang pasti.
Jadi mengapa kalian takut mendapatkan orang yang salah? 
Jika menginginkan seseorang yang baik, jadilah orang baik terlebih dahulu. ;) 
Jika tak ingin mendapatkan bekas yang orang telah pakai, maka jadilah seseorang yang utuh tak tersentuh oleh siapa-siapa. :D
"Tulang rusuk tidak pernah tertukar."
Kau tak mungkin menolak seseorang yang namanya telah dicatat di Lauh Mahfudz jauh sebelum kau menghembuskan nafas pertamamu di dunia. :)

White's Vega Star

Hukum Berjabat Tangan antara Laki-laki dan Perempuan

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Saudariku, hati ini miris melihat kalian yang merasa biasa-biasa saja disentuh oleh kaum Adam. Tidakkah kalian merasa aneh atau kurang nyaman saat dengan mudahnya mereka menyentuh kita? Agama kita bukanlah agama setengah-setengah, agama kita syummul. Menyeluruh. Bahkan dalam pergaulan pun kita diberi batasan-batasan agar tidak berperilaku kafir. Ada banyak hal yang harus kita ketahui dalam agama kita. Tidak sekedar menjadikan Islam sebagai sebuah nametag yang tidak kita aplikasikan. Mari berperilaku Islam saudariku. Saya di sini bukan untuk menggurui kalian, saya juga seperti kalian, masih memiliki banyak kekurangan. :( Bersama kita menjaga izzah. Berpegang teguh dalam agama Allah. Bismillah!

Saudaraku kaum Adam, jadilah ikhwan yang dicintai Allah. Contohlah Rasulullah, maksimalkanlah amalanmu, berusahalah menjadi muslim yang baik. Bukankah kalian adalah pemimpin kaum hawa? Hormatilah mereka seperti kalian menghormati ibu kalian. Cobalah mengerti posisi kami, pahamilah batasan-batasan yang ada dalam agama yang kita pegang teguh ini. Semua akan indah pada waktunya. ;)

Ini ada artikel Islamiyah yang saya copas tentang Hukum Berjabat Tangan antara Laki-laki dan Perempuan, silahkan dibaca, semoga bermanfaat. :D

Berjabat tangan adalah sesuatu yang baik dan bagian dari kesopanan. Bahkan orang yang tidak mau berjabat tangan ketika bertemu atau hadir di suatu pertemuan, biasanya, dianggap sebagai orang sombong dan kurang beradab.

Menurut Imam An-Nawawi, berjabat tangan (salaman) telah disepakati sebagai bagian dari sunnah ketika bertemu. Ibn Batthal juga menjelaskan, “Hukum asal jabat tangan adalah satu hal yang baik menurut umumnya ulama.” (Syarh Shahih Al-Bukhari Ibn Batthal, 71/50).
Menurut Imam An-Nawawi, berjabat tangan (salaman) telah disepakati sebagai bagian dari sunnah ketika bertemu.
Dalam beberapa riwayat, jabat tangan juga diamalkan para sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, di antaranya:

Qatadah bertanya kepada Anas bin Malik: “Apakah jabat tangan itu dilakukan diantara para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam?” Anas menjawab: “Ya.” (HR. Al-Bukhari, 5908).

Abdullah bin Hisyam mengatakan: “Kami pernah bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sementara beliau memegang tangan Umar bin Al-Khattab.” (HR. Al-Bukhari 5909).

Ka’ab bin Malik mengatakan: “Aku masuk masjid, tiba-tiba di dalam masjid ada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian Thalhah bin Ubaidillah berlari menyambutku, menjabat tanganku dan memberikan ucapan selamat kepadaku.” (HR. Al-Bukhari 4156).
Ibn Batthal juga menjelaskan, “Hukum asal jabat tangan adalah satu hal yang baik menurut umumnya ulama.”

Keutamaan berjabat tangan
Berjabat tangan dengan sesama saudara seiman memiliki banyak keutamaan, antara lain:

Pertama, orang yang berjabat tangan akan diampuni dosanya.
Dari Al Barra’, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah dua orang muslim bertemu kemudian berjabat tangan kecuali akan diampuni dosa keduanya selama belum berpisah.” (Shahih Abu Daud, 4343).

Dari Hudzifah bin Al-Yaman, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya seorang mukmin jika bertemu dengan mukmin yang lain, kemudian dia memberi salam dan menjabat tangannya maka dosa-dosa keduanya akan saling berguguran sebagaimana daun-daun pohon berguguran.” (Diriwayatkan oleh Al Mundziri dalam At Targhib dan dishahihkan Syaikh Al Albani dalam As Shahihah, 525).

Kedua, Berjabat tangan bisa menjadi sebab hilangkannya kebencian dalam hati.
“Lakukanlah jabat tangan, karena jabat tangan bisa menghilangkan permusuhan.”  Tetapi hadis ini didhaifkan oleh Syaikh Al Albani (Ad Dha’ifah, 1766)

“Lakukanlah jabat tangan, itu akan menghilangkan kedengkian dalam hati kalian.” (HR. Imam Malik dalam Al-Muwatha’ dan didhaifkan oleh Syaikh Al-Albani)

Terdapat beberapa hadis dalam masalah ini, namun semuanya tidak lepas dari cacat. Terlepas dari hadis di atas, telah terbukti dalam realita bahwa berjabat tangan memiliki pengaruh dalam menghilangkan kedengkian hati dan permusuhan.

Ketiga, Berjabat tangan merupakan ciri orang-orang yang hatinya lembut.
Ketika penduduk Yaman datang, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Penduduk Yaman telah datang, mereka adalah orang yang hatinya lebih lembut dari pada kalian.” Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkomentar tentang sifat mereka: “Mereka adalah orang yang pertama kali mengajak untuk berjabat tangan.” (HR. Ahmad 3/212 & dishahihkan Syaikh Al Albani, As Shahihah, 527).

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengabarkan bahwa penduduk Yaman adalah orang yang hatinya lebih lembut dari pada para sahabat. Di antara ciri khas mereka adalah bersegera untuk mengajak jabat tangan.

Namun, perlu diperhatikan bahwa penjelasan di atas berlaku untuk jabat tangan yang dilakukan antara sesama laki-laki atau sesama wanita. Sedangkan berjabat tangan antara laki-laki dengan wanita yang bukan mahram hukumnya adalah haram, dalilnya sangat jelas, antara lain:

1.  Dalam Shahihain, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menegaskan:

إِنَّ اللهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيْبَهُ مِنَ الزَّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زَنَاهُمَا النَّظَرُ وَالْأُذَنَانِ زِنَاهُمَا الْإِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ

Sesungguhnya Allah telah menetapkan bagi setiap anak Adam bagiannya dari zina, ia mengalami hal tersebut secara pasti. Mata zinanya adalah memandang, kedua telinga zananya adalah mendengar, lisan zinanya adalah berbicara, tangan zinanya adalah memegang dan kaki zinanya adalah berjalan dan hati berhasrat dan berangan-angan dan hal tersebut dibenarkan oleh kemaluan atau didustakan.

Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim (8/457) mengatakan: “Bahwa setiap anak Adam ditakdirkan untuk melakukan perbuatan zina. Di antara mereka ada yang melakukan zina sesungguhnya, yaitu memasukkan kemaluan ke dalam kemaluan. Di antara mereka ada yang zinanya tidak sungguhan, dengan melihat hal-hal yang haram, atau mendengarkan sesuatu yang mengarahkan pada perzinaan dan usaha-usaha untuk mewujudkan zina, atau dengan bersentuhan tangan, atau menyentuh wanita asing dengan tangannya, atau menciumnya…”

Sedangkan pada (16/316), An-Nawawi menjelaskan: “Hadits ini menerangkan bahwa haramnya memegang dan menyentuh selain mahram karena hal itu adalah pengantar untuk melakukan zina kemaluan”.
“Hadits ini menerangkan bahwa haramnya memegang dan menyentuh selain mahram karena hal itu adalah pengantar untuk melakukan zina kemaluan.” (Imam An-Nawawi)
Ibn Hibban memasukkan hadis ini dalam kitab Shahih-nya. Beliau meletakkan hadis ini di bawah judul: “Bab Penggunaan istilah zina untuk tangan yang menyentuh sesuatu yang tidak halal.” (Shahih Ibn Hibban, 10/269).

Dalam kesempatan yang lain, Ibnu Hibban memberikan judul: “Bab, digunakan istilah zina untuk anggota badan yang melakukan suatu perbuatan yang merupakan cabang dari perzinaan.” (Shahih Ibn Hibban, 10/367).

Penamaan judul Bab dalam kitab shahihnya yang dilakukan Ibn hibban di sini menunjukkan bahwa beliau memahami bahwa kasus pelanggaran yang dilakukan anggota tubuh yang mengantarkan zina adalah bentuk perbuatan zina. Karena penamaan judul bab para penulis hadis adalah pernyataan pendapat beliau.

Al Jash-shas mengatakan: “Digunakan istilah zina untuk kasus ini dalam bentuk majaz (bukan zina sesungguhnya dengan kemaluan, -pen).” (Ahkam Al-Qur’an, 3/96).
Kesimpulannya, istilah zina bisa digunakan untuk semua anggota badan yang melakukan pelanggaran, karena perbuatan tersebut merupakan pengantar terjadinya perzinaan. Sedangkan zina yang hakiki adalah zina kemaluan.

2.  Hadits Ma’qil bin Yasar radhyiallahu ‘anhu :

لَأَنْ يُطْعَنُ فِيْ رَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيْدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لاَ تَحِلُّ لَهُ

“Andaikata kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan jarum besi, itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” 
 (HR. Ar-Ruyani dalam Musnad-nya no.1282, Ath-Thabrani 20/no. 486-487 dan Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman no. 4544 dan dishahihkan oleh Syeikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 226).

Hadits ini menunjukkan bahwa menyentuh/berjabat tangan dengan selain mahram adalah dosa besar (Nashihati lin-Nisa' hal.123).

Berkata Asy-Syinqithy dalam Adwa` Al-Bayan (6/603): “Tidak ada keraguan bahwa fitnah yang ditimbulkan akibat menyentuh/berjabat tangan dengan selain mahram lebih besar dan lebih kuat dibanding fitnah memandang”.

Berkata Abu ‘Abbas Ahmad bin Muhammad bin ‘Ali Al-Makky Al-Haitami (Az-Zawajir 2/4) bahwa: “dalam hadits ini menunjukkan bahwa menyentuh dan berjabat tangan dengan selain mahram adalah termasuk dosa besar”.
“dalam hadits ini menunjukkan bahwa menyentuh dan berjabat tangan dengan selain mahram adalah termasuk dosa besar”. (Abu Abbas al-Haitami)

3.  Hadits Amimah bintu Raqiqoh radhiyallahu ‘anha, sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
إِنِّيْ لاَ أُصَافِحُ النِّسَاءَ

"Sesungguhnya aku tidak pernah berjabat tangan dengan wanita.” (HR. Malik 1775, Ahmad 6/357, Ibnu Majah 2874, An-Nasa'i 7/149, dan lainnya).
"Sesungguhnya aku tidak pernah berjabat tangan dengan wanita.” al-Hadits
Hadits ini dihasankan oleh Al-Hafizh dalam Fathul Bari 12/204, dan dishahihkan oleh Syeikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 529 dan Syeikh Muqbil dalam Ash-Shahih Al-Musnad Mimma Laisa Fii Ash-Shahihain).

Berkata Ibnu ‘Abdil Barr dalam At-Tamhid (12/243): "Dalam sabda beliau 'aku tidak pernah berjabat tangan dengan wanita' ada dalil tentang tidak bolehnya seorang lelaki bersentuhan dengan perempuan yang tidak halal baginya (bukan mahramnya-pent.) dan menyentuh tangannya dan berjabat tangan dengannya.”

4.    Hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dalam riwayat Shahihain, beliau berkata:

وَاللهِ مَا مَسَّتْ يَدُ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ يَدَ امْرَأَةٍ قَطٌّ فِي الْمُبَايَعَةِ أَنَّهُ يُبَايِعُهُنَّ بِالْكَلاَمِ

Demi Allah tidak pernah sama sekali tangan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyentuh tangan wanita dalam berbai’at, beliau hanya membai’at mereka dengan ucapan".

Berkata Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (13/16): “Dalam hadits ini menjelaskan bahwa bai’at wanita dengan ucapan, bukan dengan menyentuh tangan”.
Berkata Ibnu Katsir dalam Tafsirnya (4/60): “Hadits ini sebagai dalil bahwa bai’at wanita dengan ucapan tanpa dengan menyentuh tangan.”
Jadi bai’at terhadap wanita dilakukan dengan ucapan tidak dengan menyentuh tangan. Adapun asal dalam berbai’at adalah dengan cara menyentuh tangan sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membai’at para shahabatnya dengan cara menyentuh tangannya. Hal ini menunjukkan haramnya menyentuh/berjabat tangan kepada selain mahram dalam berbai’at, apalagi bila hal itu dilakukan bukan dengan alasan bai’at tentu dosanya lebih besar lagi.

(PurWD/voa-islam)

Minggu, 25 September 2011

Sakit. :(

Tenggorokan meradang. -___-
Batuk. Latto' lagii. Ckck.
Agak sedikit puyeng. Huft.
Butuh istirahat buat memulihkan stamina.
Hahahaa. Cha'yoo Ci'! :D
Cuma sakit biasaa, hihi.

Allaahumma 'aafinii fii badanii,
allaahumma 'aafinii fii sam'ii,
allaahumma 'aafinii fii bashorii.
Aamiin. :)

Capella dan Vega :)

Karena kau - sadar atau tidak sadar - selalu bisa melindungiku. Membuatku lebih kuat. Tanyakan pada mereka, maka kau akan temukan jawaban yang sama. Trust me! Kau, berani menempuh resiko di atas semua ketidakpastian. Haha. Petualang. Sudahlah. Kau memang tangguh. Akui saja. :p Tapi kau akan jauh lebih tangguh jika tidak mengakuinya. *apa sih nih anak gak jelas apa maunya* Tidur hei. Malam, My Vega. Sinar cantikmu esok seperti sinar vega di atas sana. Putih. :D
-Capella-

Kau the best! Kau mampu membuatku tenang, mampu mengimbangiku yang meletup-letup, mampu meneduhkan jiwaku. Aku selalu merasa nyaman di sisimu. Kau, kau Capellaku, Capella kuningku yang meneduhkanku. :) Oke, mari kita tidur. Biarlah sinar kuningmu menemani mentari esok pagi, saat fajar menyingsing! :D
-Vega-

Sabtu, 24 September 2011

Takalar, Kampung Halamanku


Huaaaaaa. -__- Rindu kampung halamanku. Rindu segalanyaaaa.
Cepatlah bulan Desember! Aku ingin pulaaaang.
Menikmati setiap detik peristiwa berharga di sana, bersama orang-orang yang kusayang. :)

White's Vega Star

Jumat, 23 September 2011

KRS Oh KRS

Setelah melalui banyak aral melintang, akhirnya aku bisa sedikit bernapas lega. Fiuuuuuuh. Bertemu PA (Penasihat Akademik) atau yang sering dikenal dengan nama Dosen Pembimbing boleh dikata rumit juga. Kenapa tidak? Wajah beliau belum ter-rekam dalam memori otak kami, dengan berbekal nama saja kami mencarinya.

Boleh dikata inilah perjuangan terberatku untuk menemui seseorang, hihi. Stress juga jika setiap ke RS Malalayang, beliau tak kami dapati. Nihil. Kekecewaan terpampang jelas di raut wajah kami, yaaah, kasiaaan jugaa. Dua kali kami ke tempat praktek Prof, yang pertama Prof ada di ruangannya, hanya dinding yang membatasi kami. Assisten Prof suruh tunggu di luar, pas keluar beliau bilang datang besok saja ke RS Malalayang. Waaaah, betapa KECEWAnya kami. :( Yang kedua, kami lagi, lagi, dan lagi ke Kartens buat menemui beliau, tapi hal yang sama kembali terulang, Prof TIDAK ADA. Pulang malam dengan tangan kosong dan hati kecewa. Ckck.

Tak hanya itu, kami baru bisa bertemu dengan Prof. dr. Adrian Umboh, Sp.A(K) setelah ke-4 kalinya kami datang ke RS Malalayang. Perjuangan tidak cuma sampai di sini. Kami harus berburu dengan waktu, haha. (Mana bisa memburu waktu? Yang ada mencoba tepat waktu, hehe). Jam akhir kelas tutorial kami gunakan untuk izin ke RS, alhamdulillah diizinkan. :D

Si Putih selalu setia menemaniku kemana saja. Kubawa ia dengan 'sedikit' ngebut, hehe. Sesampai di RS, tak berpikir lama kuperpanjang langkah ke ruang pediatri, apalagi kalau bukan ruangan Prof. Nafas terengah, kaki sedikit pegal, dan hati yang tak karuan, *takut Prof tak kutemui lagi* :(

Di sana aku bertemu dengan teman-teman seperjuanganku, hihi. Tampangnya sudah tak karuan, Prof belum datang ternyata. Beliau akan datang tapi tidak tahu datangnya jam berapa, huaaaaa. *gaje nih*

Okeh, kami MENUNGGU lagi. Hanya itu yang bisa kami lakukan. Yang jadi masalah, kami sama sekali tidak tahu bagaimana ciri fisik dari Prof, laaah? Gimana mau tahu kalau itu Prof? hahaa. *tertawa dalam hati*

Kami berpencar menanti kedatangan Prof, bahasa kerennya berbagi wilayah. *wink* Sejam lebih menunggu tanpa kepastian, akhirnya Prof datang juga, mmh. Alhamdulillah. Ini baru merdeka, TERBEBAS dari tekanan, hehee. :D

White's Vega Star

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...