-___-
Zzzzzzzt...
Minggu, 02 Oktober 2011
Rinduuu...
RINDU.
Perasaan yang bukan hanya aku yang merasakannya.
Semua orang merasakan hal yang sama.
Walau dengan label yang berbeda.
RINDU.
Ia hadir dalam kesunyian bersama kenangan masa lalu.
Membuat aku teramat ingin mengulangnya.
Sudah kukatakan, dulu,
"Kita akan merindukan masa-masa ini, maka nikmatilah selagi kita masih bisa menikmatinya."
Dan kini aku pun merindukannya, sangat menrindukannya. :(
White's Vega Star
Perasaan yang bukan hanya aku yang merasakannya.
Semua orang merasakan hal yang sama.
Walau dengan label yang berbeda.
RINDU.
Ia hadir dalam kesunyian bersama kenangan masa lalu.
Membuat aku teramat ingin mengulangnya.
Sudah kukatakan, dulu,
"Kita akan merindukan masa-masa ini, maka nikmatilah selagi kita masih bisa menikmatinya."
Dan kini aku pun merindukannya, sangat menrindukannya. :(
White's Vega Star
Sabtu, 01 Oktober 2011
Buku Kebangsaan, hihi..
Ini buku pertamaku di kedokteran.
Aku resmi memilikinya tanggal 20 Agustus 2011. hihi.
Massa buku ini tak dapat kuprediksi.
Tapi yang jelas, jika dipake nimpuk tikus, tikusnya PASTI mati. hahaaa. :D
Foto dari sisi yang berbeda.
Mau di foto dari sisi mana pun, tetap saja buku ini begitu TEBAL.
hahaha. ;)
Buku andalan. SOBOTTA. Semua mahasiswa kedokteran wajib memilikinya.
Karena buku ini akan dipake terus, gak cuma di semester satu. :)
Isinya bagus loh. Penuh warna.
Kalo yang ini, Kamus Dorland, tebalnya mantap. :)
Juga ada Biokimia Harper dan Patofisiologi.
Rindu Masakan Ibu :(
Aku BOSAN beli makanan jadi setiap hari. Tapi juga tidak sanggup buat masak. :( Selain karena tidak tahu masak, juga karena rutinitas keseharian yang padat. Tapi aku benar-benar bosan dengan menu yang hampir sama setiap harinya. -___-
Kenapa masakan ibu membuatku tidak pernah merasa bosan yah? Padahal selama 17 tahun 52 hari aku dimasakin terus sama ibu. Pasti alasannya bukan hanya karena menu yang berbeda. Tapi juga karena IBU yang MEMASAKnya. Karena ibu membuatnya dengan tulus untukku. Makanya sehari pun aku tidak pernah bosan untuk makan di rumah. Ayah juga selalu membelikanku lauk yang kusuka. Setiap ke pasar, ayah selalu menanyakan apa yang kumau. Juga dengan tidak bertanya sekalipun, ayah tahu apa yang kusuka. Huaaa. Kalau begini adanya, aku jadi RINDU masakan ibu, juga rindu lauk yang selalu ayah belikan untukku. T.T
Oiah, jangan heran kalau yang ke pasar bukan ibu. Pernah suatu waktu ibu yang ke pasar, tapi hasilnya kami harus makan ikan yang sudah tidak segar lagi, hiihii. Ibu memang tidak jago soal urusan pasar ke pasar. Tapi tidak keseringan juga sih beli ikan yang sudah tidak segar, hanya kadang-kadang saja, hehee. Makanya, tugas ke pasar di ambil alih oleh ayah. :D Karena ayah memang jago di bidang ini. Hihihi.
Desember nanti akan kupuaskan makan masakan ibu. Request sama ayah semua makanan favoritku, Juga menikmati suasana rumah yang tak pernah membuatkuBOSAN. *berharap Desember segera tiba* Aku tak pernah menginginkan Desember segera tiba selain tahun ini, dan mungkin juga dengan tahun-tahun berikutnya. Yaaah, karena di bulan Desember inilah aku bisa pulang ke tempat teristimewaku. :)
White's Vega Star
Kenapa masakan ibu membuatku tidak pernah merasa bosan yah? Padahal selama 17 tahun 52 hari aku dimasakin terus sama ibu. Pasti alasannya bukan hanya karena menu yang berbeda. Tapi juga karena IBU yang MEMASAKnya. Karena ibu membuatnya dengan tulus untukku. Makanya sehari pun aku tidak pernah bosan untuk makan di rumah. Ayah juga selalu membelikanku lauk yang kusuka. Setiap ke pasar, ayah selalu menanyakan apa yang kumau. Juga dengan tidak bertanya sekalipun, ayah tahu apa yang kusuka. Huaaa. Kalau begini adanya, aku jadi RINDU masakan ibu, juga rindu lauk yang selalu ayah belikan untukku. T.T
Oiah, jangan heran kalau yang ke pasar bukan ibu. Pernah suatu waktu ibu yang ke pasar, tapi hasilnya kami harus makan ikan yang sudah tidak segar lagi, hiihii. Ibu memang tidak jago soal urusan pasar ke pasar. Tapi tidak keseringan juga sih beli ikan yang sudah tidak segar, hanya kadang-kadang saja, hehee. Makanya, tugas ke pasar di ambil alih oleh ayah. :D Karena ayah memang jago di bidang ini. Hihihi.
Desember nanti akan kupuaskan makan masakan ibu. Request sama ayah semua makanan favoritku, Juga menikmati suasana rumah yang tak pernah membuatku
White's Vega Star
Kamis, 29 September 2011
Aku Seorang Muslim!
“Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang munkar” (QS: Ali ‘Imran : 110)
Aku seorang MUSLIM dan aku tidak menyesal terlahir sebagai seorang muslim. Kebahagiaan yang tidak dapat dinilai dari segi materi, pangkat, dan jabatan adalah kebahagiaan menjadi seorang muslim, karena kebahagiaan menjadi seorang muslim terletak pada keridhaan Allah Subhaana Wa Ta'ala.
White's Vega Star
Aku seorang MUSLIM dan aku tidak menyesal terlahir sebagai seorang muslim. Kebahagiaan yang tidak dapat dinilai dari segi materi, pangkat, dan jabatan adalah kebahagiaan menjadi seorang muslim, karena kebahagiaan menjadi seorang muslim terletak pada keridhaan Allah Subhaana Wa Ta'ala.
White's Vega Star
Senin, 26 September 2011
Tak Ada yg Menyalahi Janji-Nya
"Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula)."
(Surah An-Nur: 26)
Di dalam firman-Nya terdapat janji yang pasti.
Jadi mengapa kalian takut mendapatkan orang yang salah?
Jika menginginkan seseorang yang baik, jadilah orang baik terlebih dahulu. ;)
Jika tak ingin mendapatkan bekas yang orang telah pakai, maka jadilah seseorang yang utuh tak tersentuh oleh siapa-siapa. :D
"Tulang rusuk tidak pernah tertukar."
Kau tak mungkin menolak seseorang yang namanya telah dicatat di Lauh Mahfudz jauh sebelum kau menghembuskan nafas pertamamu di dunia. :)
White's Vega Star
Hukum Berjabat Tangan antara Laki-laki dan Perempuan
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Saudariku, hati ini miris melihat kalian yang merasa biasa-biasa saja disentuh oleh kaum Adam. Tidakkah kalian merasa aneh atau kurang nyaman saat dengan mudahnya mereka menyentuh kita? Agama kita bukanlah agama setengah-setengah, agama kita syummul. Menyeluruh. Bahkan dalam pergaulan pun kita diberi batasan-batasan agar tidak berperilaku kafir. Ada banyak hal yang harus kita ketahui dalam agama kita. Tidak sekedar menjadikan Islam sebagai sebuah nametag yang tidak kita aplikasikan. Mari berperilaku Islam saudariku. Saya di sini bukan untuk menggurui kalian, saya juga seperti kalian, masih memiliki banyak kekurangan. :( Bersama kita menjaga izzah. Berpegang teguh dalam agama Allah. Bismillah!
Saudaraku kaum Adam, jadilah ikhwan yang dicintai Allah. Contohlah Rasulullah, maksimalkanlah amalanmu, berusahalah menjadi muslim yang baik. Bukankah kalian adalah pemimpin kaum hawa? Hormatilah mereka seperti kalian menghormati ibu kalian. Cobalah mengerti posisi kami, pahamilah batasan-batasan yang ada dalam agama yang kita pegang teguh ini. Semua akan indah pada waktunya. ;)
Ini ada artikel Islamiyah yang saya copas tentang Hukum Berjabat Tangan antara Laki-laki dan Perempuan, silahkan dibaca, semoga bermanfaat. :D
Berjabat tangan adalah sesuatu yang baik dan bagian dari kesopanan. Bahkan orang yang tidak mau berjabat tangan ketika bertemu atau hadir di suatu pertemuan, biasanya, dianggap sebagai orang sombong dan kurang beradab.
Menurut Imam An-Nawawi, berjabat tangan (salaman) telah disepakati sebagai bagian dari sunnah ketika bertemu. Ibn Batthal juga menjelaskan, “Hukum asal jabat tangan adalah satu hal yang baik menurut umumnya ulama.” (Syarh Shahih Al-Bukhari Ibn Batthal, 71/50).
Menurut Imam An-Nawawi, berjabat tangan (salaman) telah disepakati sebagai bagian dari sunnah ketika bertemu.
Dalam beberapa riwayat, jabat tangan juga diamalkan para sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, di antaranya:
Qatadah bertanya kepada Anas bin Malik: “Apakah jabat tangan itu dilakukan diantara para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam?” Anas menjawab: “Ya.” (HR. Al-Bukhari, 5908).
Abdullah bin Hisyam mengatakan: “Kami pernah bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sementara beliau memegang tangan Umar bin Al-Khattab.” (HR. Al-Bukhari 5909).
Ka’ab bin Malik mengatakan: “Aku masuk masjid, tiba-tiba di dalam masjid ada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian Thalhah bin Ubaidillah berlari menyambutku, menjabat tanganku dan memberikan ucapan selamat kepadaku.” (HR. Al-Bukhari 4156).
Ibn Batthal juga menjelaskan, “Hukum asal jabat tangan adalah satu hal yang baik menurut umumnya ulama.”
Keutamaan berjabat tangan
Berjabat tangan dengan sesama saudara seiman memiliki banyak keutamaan, antara lain:
Pertama, orang yang berjabat tangan akan diampuni dosanya.
Dari Al Barra’, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah dua orang muslim bertemu kemudian berjabat tangan kecuali akan diampuni dosa keduanya selama belum berpisah.” (Shahih Abu Daud, 4343).
Dari Hudzifah bin Al-Yaman, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya seorang mukmin jika bertemu dengan mukmin yang lain, kemudian dia memberi salam dan menjabat tangannya maka dosa-dosa keduanya akan saling berguguran sebagaimana daun-daun pohon berguguran.” (Diriwayatkan oleh Al Mundziri dalam At Targhib dan dishahihkan Syaikh Al Albani dalam As Shahihah, 525).
Kedua, Berjabat tangan bisa menjadi sebab hilangkannya kebencian dalam hati.
“Lakukanlah jabat tangan, karena jabat tangan bisa menghilangkan permusuhan.” Tetapi hadis ini didhaifkan oleh Syaikh Al Albani (Ad Dha’ifah, 1766)
“Lakukanlah jabat tangan, itu akan menghilangkan kedengkian dalam hati kalian.” (HR. Imam Malik dalam Al-Muwatha’ dan didhaifkan oleh Syaikh Al-Albani)
Terdapat beberapa hadis dalam masalah ini, namun semuanya tidak lepas dari cacat. Terlepas dari hadis di atas, telah terbukti dalam realita bahwa berjabat tangan memiliki pengaruh dalam menghilangkan kedengkian hati dan permusuhan.
Ketiga, Berjabat tangan merupakan ciri orang-orang yang hatinya lembut.
Ketika penduduk Yaman datang, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Penduduk Yaman telah datang, mereka adalah orang yang hatinya lebih lembut dari pada kalian.” Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkomentar tentang sifat mereka: “Mereka adalah orang yang pertama kali mengajak untuk berjabat tangan.” (HR. Ahmad 3/212 & dishahihkan Syaikh Al Albani, As Shahihah, 527).
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengabarkan bahwa penduduk Yaman adalah orang yang hatinya lebih lembut dari pada para sahabat. Di antara ciri khas mereka adalah bersegera untuk mengajak jabat tangan.
Namun, perlu diperhatikan bahwa penjelasan di atas berlaku untuk jabat tangan yang dilakukan antara sesama laki-laki atau sesama wanita. Sedangkan berjabat tangan antara laki-laki dengan wanita yang bukan mahram hukumnya adalah haram, dalilnya sangat jelas, antara lain:
1. Dalam Shahihain, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menegaskan:
إِنَّ اللهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيْبَهُ مِنَ الزَّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زَنَاهُمَا النَّظَرُ وَالْأُذَنَانِ زِنَاهُمَا الْإِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ
“Sesungguhnya Allah telah menetapkan bagi setiap anak Adam bagiannya dari zina, ia mengalami hal tersebut secara pasti. Mata zinanya adalah memandang, kedua telinga zananya adalah mendengar, lisan zinanya adalah berbicara, tangan zinanya adalah memegang dan kaki zinanya adalah berjalan dan hati berhasrat dan berangan-angan dan hal tersebut dibenarkan oleh kemaluan atau didustakan.”
Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim (8/457) mengatakan: “Bahwa setiap anak Adam ditakdirkan untuk melakukan perbuatan zina. Di antara mereka ada yang melakukan zina sesungguhnya, yaitu memasukkan kemaluan ke dalam kemaluan. Di antara mereka ada yang zinanya tidak sungguhan, dengan melihat hal-hal yang haram, atau mendengarkan sesuatu yang mengarahkan pada perzinaan dan usaha-usaha untuk mewujudkan zina, atau dengan bersentuhan tangan, atau menyentuh wanita asing dengan tangannya, atau menciumnya…”
Sedangkan pada (16/316), An-Nawawi menjelaskan: “Hadits ini menerangkan bahwa haramnya memegang dan menyentuh selain mahram karena hal itu adalah pengantar untuk melakukan zina kemaluan”.
“Hadits ini menerangkan bahwa haramnya memegang dan menyentuh selain mahram karena hal itu adalah pengantar untuk melakukan zina kemaluan.” (Imam An-Nawawi)
Ibn Hibban memasukkan hadis ini dalam kitab Shahih-nya. Beliau meletakkan hadis ini di bawah judul: “Bab Penggunaan istilah zina untuk tangan yang menyentuh sesuatu yang tidak halal.” (Shahih Ibn Hibban, 10/269).
Dalam kesempatan yang lain, Ibnu Hibban memberikan judul: “Bab, digunakan istilah zina untuk anggota badan yang melakukan suatu perbuatan yang merupakan cabang dari perzinaan.” (Shahih Ibn Hibban, 10/367).
Penamaan judul Bab dalam kitab shahihnya yang dilakukan Ibn hibban di sini menunjukkan bahwa beliau memahami bahwa kasus pelanggaran yang dilakukan anggota tubuh yang mengantarkan zina adalah bentuk perbuatan zina. Karena penamaan judul bab para penulis hadis adalah pernyataan pendapat beliau.
Al Jash-shas mengatakan: “Digunakan istilah zina untuk kasus ini dalam bentuk majaz (bukan zina sesungguhnya dengan kemaluan, -pen).” (Ahkam Al-Qur’an, 3/96).
Kesimpulannya, istilah zina bisa digunakan untuk semua anggota badan yang melakukan pelanggaran, karena perbuatan tersebut merupakan pengantar terjadinya perzinaan. Sedangkan zina yang hakiki adalah zina kemaluan.
2. Hadits Ma’qil bin Yasar radhyiallahu ‘anhu :
لَأَنْ يُطْعَنُ فِيْ رَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيْدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لاَ تَحِلُّ لَهُ
“Andaikata kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan jarum besi, itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.”
(HR. Ar-Ruyani dalam Musnad-nya no.1282, Ath-Thabrani 20/no. 486-487 dan Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman no. 4544 dan dishahihkan oleh Syeikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 226).
Hadits ini menunjukkan bahwa menyentuh/berjabat tangan dengan selain mahram adalah dosa besar (Nashihati lin-Nisa' hal.123).
Berkata Asy-Syinqithy dalam Adwa` Al-Bayan (6/603): “Tidak ada keraguan bahwa fitnah yang ditimbulkan akibat menyentuh/berjabat tangan dengan selain mahram lebih besar dan lebih kuat dibanding fitnah memandang”.
Berkata Abu ‘Abbas Ahmad bin Muhammad bin ‘Ali Al-Makky Al-Haitami (Az-Zawajir 2/4) bahwa: “dalam hadits ini menunjukkan bahwa menyentuh dan berjabat tangan dengan selain mahram adalah termasuk dosa besar”.
“dalam hadits ini menunjukkan bahwa menyentuh dan berjabat tangan dengan selain mahram adalah termasuk dosa besar”. (Abu Abbas al-Haitami)
3. Hadits Amimah bintu Raqiqoh radhiyallahu ‘anha, sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
إِنِّيْ لاَ أُصَافِحُ النِّسَاءَ
"Sesungguhnya aku tidak pernah berjabat tangan dengan wanita.” (HR. Malik 1775, Ahmad 6/357, Ibnu Majah 2874, An-Nasa'i 7/149, dan lainnya).
"Sesungguhnya aku tidak pernah berjabat tangan dengan wanita.” al-Hadits
Hadits ini dihasankan oleh Al-Hafizh dalam Fathul Bari 12/204, dan dishahihkan oleh Syeikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 529 dan Syeikh Muqbil dalam Ash-Shahih Al-Musnad Mimma Laisa Fii Ash-Shahihain).
Berkata Ibnu ‘Abdil Barr dalam At-Tamhid (12/243): "Dalam sabda beliau 'aku tidak pernah berjabat tangan dengan wanita' ada dalil tentang tidak bolehnya seorang lelaki bersentuhan dengan perempuan yang tidak halal baginya (bukan mahramnya-pent.) dan menyentuh tangannya dan berjabat tangan dengannya.”
4. Hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dalam riwayat Shahihain, beliau berkata:
وَاللهِ مَا مَسَّتْ يَدُ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ يَدَ امْرَأَةٍ قَطٌّ فِي الْمُبَايَعَةِ أَنَّهُ يُبَايِعُهُنَّ بِالْكَلاَمِ
“Demi Allah tidak pernah sama sekali tangan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyentuh tangan wanita dalam berbai’at, beliau hanya membai’at mereka dengan ucapan".
Berkata Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (13/16): “Dalam hadits ini menjelaskan bahwa bai’at wanita dengan ucapan, bukan dengan menyentuh tangan”.
Berkata Ibnu Katsir dalam Tafsirnya (4/60): “Hadits ini sebagai dalil bahwa bai’at wanita dengan ucapan tanpa dengan menyentuh tangan.”
Jadi bai’at terhadap wanita dilakukan dengan ucapan tidak dengan menyentuh tangan. Adapun asal dalam berbai’at adalah dengan cara menyentuh tangan sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membai’at para shahabatnya dengan cara menyentuh tangannya. Hal ini menunjukkan haramnya menyentuh/berjabat tangan kepada selain mahram dalam berbai’at, apalagi bila hal itu dilakukan bukan dengan alasan bai’at tentu dosanya lebih besar lagi.
(PurWD/voa-islam)
Langganan:
Postingan (Atom)



