Rabu, 26 Oktober 2011

Peace Generation


POC Manado, Sulawesi Utara

Piss! ^^V hehee. Ci nggak tahu mau ngomong apa. *mikir* Mikir kelamaaan kali yah? Ya sudah, satu kata buat POC, "Fantastic!" :)

POC tempatnya orang-orang yang mempunyai visi yang sama, yang berniat untuk menyebarkan virus-virus damai dimanapun, kapanpun, dan kepada siapapun. Damai itu indah. Yaah, setuju! :) Banyak pelajaran yang Ci dapat dari kegiatan ini. Juga pengalaman yang beda, beda dari yang lain. hihihi. :D Nice to know you POC! :)

Ceroboh!

Manado, 20 Oktober 2011; 15.09 WITA.
*udah lewat, tapi npp deh Ci post :)*

Hari ini Ci ceroboh. Ceroboh tingkat tinggi. Masa Ci lupa taroh kunci motor dimana? Lupanya di kampus lagi. -__- Astaghfirullah. Lagi, lagi, dan lagi Ci bermasalah dengan kunci motor, juga dengan masalah yang sama. Bedanya, yang lalu-lalu kuncinya masih bisa ketemu, nah yang ini? GAK KETEMU. :( Padahal Ci sudah antisipasi dengan memakaikannya gantungan resleting dan kero-kero hijau. Tapi tetap aja hilang. Innalillah.

Satu pelajaran buat Ci hari ini.
Hilangkan sifat pelupa dan ceroboh!
Hust, hust, hust.. Pergi sana! Jangan dekati Ci lagi! hahaha.
*emang lo kira itu apa Ci? kucing? ckck*

Okkeh, okkeh. Ini yang terakhir kalinya Ci lupa taroh kunci dimana, nggak akan lagi. Insya Allah. :) Oiah, special thanks for my daddy, Udin. My mom, Ratna. My step brother, Ogy dan Habib Fikri yang udah bantuin Ci. Barakumullah fiik. Jazakumullah khoir. :) 

Ci nggak sendiri. Ci punya keluarga baru. Punya silsilah keluarga yang UNIK. 
hahaa. :D

Halooo

Hmm..
Lama gak nge-post yah?
Alasannya bukan karena Ciu sibuk sih,
tapi lebih ke arah materi,
nggak ada modal buat ngisi modem. *wink*
Inilah derita anak kost. Anak rantau. :)
Sebenarnya bisa aja Ciu minta diisiin sama ayah dan ibu,
tapi Ciu mikir lagi,
butuh banget gak sih Ciu dengan modem?
*mikir lama banget*
hahaa. Jawabannya gak butuh-butuh amat.
Ya sudah, ni Ciu ngepost juga pinjem modem teman.
hehehee. *cengengesan* :D

Senin, 17 Oktober 2011

Beda!

"Perbedaan ada untuk dihormati, bukan untuk saling membenci.."

Sabtu, 15 Oktober 2011

Lewatilah!

Sebesar apapun masalah yang kita hadapi, 
sesulit apapun itu, pasti menghadirkan celah yang dapat ditembus. 
Laluilah celah itu dengan keberanian. 
Insya Allah akan kau temukan hikmah dari masalah yang kau hadapi! 
Man shabara zhafira, siapa yang bersabar akan beruntung. :D

-_-"

Jangan lihat seseorang dari penampilannya, 
karena boleh jadi ia sedang tidak menampilkan 
siapa dirinya saat ini.

Bersama Mereka





Lelah yang kudapati tak sebanding dengan kebahagiaan yang kurasakan hari ini. :)

Mencari Ilmuwan Muslim

Mengapa Berkiblat ke Barat?

Islam adalah agama sempurna dan paripurna. Sebuah ajaran yang rasional, memadukan pikiran dan tindakan. Dalam sejarahnya, dien yang dibawa Muhammad SAW ini mencintai akal tapi tidak melupakan wahyu. Tidak heran, banyak ilmuwan muslim mencerahkan umat dengan berbagai karya dan penemuan yang bermanfaat.
Kelahiran banyak ilmuwan Islam tentu tidak terlepaskan dari pengaruh Al-Qur’an. Sebuah kitab suci yang menyimpan berjuta inspirasi tak habis untuk direguk. Uniknya, misteri keindahan Al – Qur’an dalam mengungkap ilmu pengetahuan banyak dipecahkan sarjana Barat. Penemuan gunung bergerak misalnya terjadi pada abad ke-20. Tapi jauh sebelum itu, Allah sudah berfirman :“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan.” [QS 27:88]

Pencapaian intelektual Neil Amstrong sebagai penemu bulan juga sudah diprediksi Al- Qur’an. Allah berfirman : “Wahai jamaah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan”(QS 55 :32). Menjadi pertanyaan fundamental mengapa bukan umat Islam yang menemukan bulan? Biarlah diri kita masing – masing yang menjawabnya.

Pertanyaan itu mewakili fenomena yang terjadi sekarang dimana banyak muslim yang bangga pada penemuan Barat. Mereka menggilai Barat sebagai ladang subur ilmu pengetahuan sehingga senang “berguru” ke universitas dan lembaga pendidikan Eropa. Padahal banyak kampus di Barat meninggikan akal dan melupakan Tuhannya. Allah sudah merekam gejala “migrasi” pengetahuan dalam firman-Nya :
“Alif, Lam, Mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang).” (Al Qur’an, 30:1-4)

Persia dikenal sebagai bangsa penyembah Api, Romawi beragama Nasrani. Kemenangan Persia atas Romawi sangat mengancam kaum muslimin. Tapi Allah sudah menjanjikan kemenangan kembali Romawi (sekarang dikenal sebagai bangsa Barat/Eropa). Romawi pernah mengalami masa kegelapan ketika Islam mencapai puncak kejayaan ilmu pengetahuan. Kondisi mulai berubah ketika Islam menganut sistem pemerintahan daulah yang berdasarkan keturunan. Keadaan makin parah ketika khilafah Islamiyah dihancurkan Kemal Attaturk. Sejak itu, kejayaan ilmu pengetahuan berpindah ke Barat.

Menariknya, banyak ilmuwan Barat justru mengaku berhutang kepada Islam. William Montgomerry Watt misalnya pernah mengatakan Barat berhutang budi kepada Islam khususnya dalam ilmu pengetahuan. Peneliti sejarah perkembangan pengetahuan di dunia Islam ini menyebut perkembangan ilmu pengetahuan yang kini berkembang pesat di Barat dan Eropa, sesungguhnya sebagian besar telah banyak ditemukan kaum Muslim sebelumnya.

Pendapat itu tidak mengherankan, sebab sebenarnya banyak ilmuwan Muslim yang memberikan pengaruh terhadap peradaban Modern. Tapi nama mereka banyak yang redup dan diredupkan agar umat Islam berkiblat ke Barat. Gejala ini bertujuan meninggalkan stigma negatif Islam sebagai agama terbelakang. Untuk itu, ada baiknya kita perlu menelusuri kembali sejarah emas kebangkitan ilmuwan Islam.

Generasi Emas Ilmuwan Muslim

Jika banyak membaca sejarah, penyakit “amnesia” akan kegemilangan Islam tentu dapat disembuhkan. Sejarah mengisahkan dari abad ke-8 hingga ke-10, Baghdad berkembang sebagai kota paling beradab dunia. Universitasnya diisi oleh 6.000 mahasiswa dari seluruh dunia, dan ia menarik sumbangan yang nilainya setara dengan jutaan dolar.
Jalanan Baghdad dilapis rata, lengkap dengan saluran pembuangan yang tertutup, dan bermandikan cahaya. (Mohamed Elmasry : 2007)

Dalam berbagai literatur, dapat ditemukan banyak ilmuwan Islam berpengaruh sehingga pemikiran dan karya mereka dinikmati dunia. Sebagian penemuan mereka berhasil “menghidupkan” dunia ketika dilanda arus deras kegelapan. Catatan paling fenomenal terjadi di zaman dinasti Abbasiyah. Dalam bidang ilmu hadits dan Fiqih, daulah Abbasiyah melahirkan banyak tokoh terkenal yang memiliki banyak pengikut sampai sekarang.

Empat imam mazhab yang terkenal mencerdaskan umat pernah hidup di zaman Abbasiyah yaitu Imam Ibnu Hanifah (700 – 767 M), Imam Malik (713-795), Imam Syafi’I (767-820 M) dan Imam Ahmad Bin Hambal (780 -855 M). Mereka berjasa membantu umat Islam ketika bertanya seputar masalah keagaamaan baik fiqih, tauhid dan lainnya. Tidak ketinggalan menyebut para perawi hadits seperti Iman Bukhari (810-810 M), Ibnu Majah (824 – 887 M) dan At Tirmidzi (825 – 892 M).

Selain persoalan agama, ilmuwan Islam menyentuh ranah praktis keduniawian. Penguasaan umat Islam terhadap ilmu pengetahuan mencapai puncak keemasan. Banyak tokoh sains dilahirkan dan pemikirannya berhasil mempengaruhi kehidupan banyak orang. Sebut saja AL Khawarizmi yang berhasil menemukan ilmu matematika dan astronomi. Dirinya dikenal sebagai penemu rumusan aljabar dan menemukan angka nol.

Dunia juga berdecak kagum melihat Al Fazari, seorang astronom Islam yang pertama kali menyusun astrolabe. Ada pula Al – Farghani (Al-Faragnus), penulis ringkasan ilmu astronomi yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Latin oleh Gerard Cremona dan Johannes Hispanlesis. (Agus Mustofa : 2010)

Dalam ilmu kedokteran, Islam melahirkan ilmuwan secerdas Ibnu Sina, Ar Razi dan Ibn Rusyd. Ar Razi menemukan penyakit cacar dan penyusun buku kedokteran pertama kali. Sedangkan Ibnu Sina dikenal dunia karena menemukan sistem peredaran darah pada manusia. Buku beliau berjudul “Al-Qoonuun Fi Al-thibb menjadi salah satu rujukan kedokteran sepanjang sejarah kehidupan umat manusia.

Tidak kalah dashyat, ilmuwan Islam berhasil menterjemahkan banyak karya sastra dan filsafat Yunani dan Persia. Pemikiran Aristoteles diterjemahkan dan diinterpretasikan secara kritis oleh pemikir muslim. Akhirnya berkembang filsafat Islam di tangan tokoh terkenal seperti Al Farabi, Ibnu Sina dan Ibnu Rusyd. Ibnu Sina mengarang buku asy-Syifa. Al Farabi menulis buku filsafat, logika dan etika terhadap garis pemikiran filsuf Yunani Aristoteles. Ibnu Rusyd dikenal sebagai fisikawan, filosof, hakim dan dokter. Di barat, Ibnu Rusyd dikenal sebagai Avveroes sehingga berkembang aliran Averroisme.

Perkembangan pesat ilmu pengetahuan di dunia Islam membuat banyak manusia takjub. Penulis Amerika kelahiran Belgia May Sarton pernah mengatakan "Penciptaan sebuah peradaban internasional baru dan kebesarannya bersifat ensiklopedik, dalam waktu kurang dari dua abad, adalah suatu hal yang dapat kita gambarkan, tetapi tidak dapat dijelaskan dengan pasti ... Hal tersebut merupakan gerakan paling kreatif pada Abad Pertengahan hingga abad ke-13."

Berharap Dari Indonesia

Rasulullah pernah menegaskan "tinta seorang sarjana lebih suci daripada darah seorang syuhada." Hadits itu mengajarkan agar umat Islam melepaskan diri dari kebodohan dan bangkit menampilkan sejarah emasnya kembali. Al-Qur’an sebagai sumber rujukan harus kembali dilakukan penggalian makna sehingga spektrum pengetahuan berkembang luas. Apalagi khususnya di Indonesia, ilmuwan Islam pernah menelurkan sejarah emas.

Mengutip Yon Mahmudi, Indonesia pernah melahirkan ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) yang dikomandani Habibie sebagai ketua ICMI yang pertama. Kalangan neo santri ini pernah membius Indonesia karena menjadi ajang berkumpul intelektual dan cendekiawan Indonesia. Mereka bersatu untuk memfasilitasi ilmuwan muslim agar tidak bergerak parsial membangun kejayaan Islam di Indonesia.

Kita menunggu kerja besar ICMI melahirkan ilmuwan muslim terbaik untuk Indonesia tercinta. Tapi mengamanatkan tugas besar itu sendirian kepada ICMI bukan sebuah sikap bijak. Untuk itu menjadi pekerjaan besar muslim Indonesia melahirkan kembali prestasi emas keilmuan Islam. Kita harus mulai meningkatkan kompetensi sehingga menjadi “ahli” yang dibanggakan umat, bangsa dan negara.

Sumber : http://www.eramuslim.com/suara-kita/pemuda-mahasiswa/inggar-saputra-pengurus-kammi-pusat-mencari-ilmuwan-muslim.htm

Jumat, 14 Oktober 2011

Sebuah Surat Untuk Dokter dan Mahasiswa Kedokteran

Rekan sejawat yang terhormat,

Jika Anda ingin menjadi dokter untuk bisa kaya raya, maka segeralah kemasi barang-barang Anda.
Mungkin fakultas ekonomi lebih tepat untuk mendidik anda menjadi businessman bergelimang rupiah, daripada Anda harus mengorbankan pasien dan keluarga Anda sendiri demi mengejar kekayaan.


Jika Anda ingin menjadi dokter untuk mendapatkan kedudukan sosial tinggi di masyarakat, dipuja dan didewakan, maka silahkan kembali ke Mesir ribuan tahun yang lalu dan jadilah fir’aun di sana. Daripada Anda di sini harus menjadi arogan dan merendahkan orang lain di sekitar Anda hanya agar Anda terkesan paling berharga.

Jika Anda ingin menjadi dokter untuk memudahkan mencari jodoh atau menarik perhatian calon mertua, mungkin lebih baik Anda mencari agency selebritis yang akan mengorbitkan Anda sehingga menjadi artis pujaan para wanita. Daripada Anda bersembunyi di balik topeng klimis dan jas putih necis, sementara Anda alpa dari makna dokter yang sesungguhnya.

Dokter tidak diciptakan untuk itu, kawan.

Memilih menjadi dokter bukan sekadar agar bisa bergaya dengan BMW keluaran terbaru, bukan sekadar bisa terihat tampan dengan jas putih kebanggaan, bukan sekadar agar para tetangga terbungkuk-bungkuk hormat melihat kita lewat.

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan pengabdian. Mengabdi pada masyarakat yang masih akrab dengan busung lapar dan gizi buruk. Mengabdi pada masyarakat yang masih sering mengunjungi dukun ketika anaknya demam tinggi.

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan empati, ketika dengan lembut kita merangkul dan menguatkan seorang bapak tua yang baru saja kehilangan anaknya karena malaria.

Memilih jalan menjadi dokter adalah memilih jalan kemanusiaan, ketika kita tergerak mengabdikan diri dalam tim medis penanggulangan bencana dengan bayaran cuma-cuma.

Memilih jalan menjadi dokter adalah memilih jalan kepedulian, saat kita terpaku dalam sujud-sujud panjang, mendoakan kesembuhan dan kebahagiaan pasien-pasien kita.

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan berbagi, ketika seorang tukang becak menangis di depan kita karena tidak punya uang untuk membayar biaya rumah sakit anaknya yang terkena demam berdarah. Lalu dengan senyum terindah yang pernah disaksikan dunia, kita menepuk bahunya dan berkata, “jangan menangis lagi, pak, Insya Allah saya bantu pembayarannya.”

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan kasih sayang, ketika dengan sepenuh cinta kita mengusap lembut rambut seorang anak dengan leukemia dan berbisik lembut di telinganya,”dik, mau diceritain dongeng nggak sama oom dokter?”

Memilih jalan menjadi dokter adalah memilih jalan ketegasan, ketika sebuah perusahaan farmasi menjanjikan komisi besar untuk target penjualan obat-obatnya, lalu dengan tetap tersenyum kita mantap berkata, “maaf, saya tidak mungkin mengkhianati pasien dan hati nurani saya”

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan pengorbanan, saat tengah malam tetangga dari kampung sebelah dengan panik mengetuk pintu rumah kita karena anaknya demam dan kejang-kejang. Lalu dengan ikhlas kita beranjak meninggalkan hangatnya peraduan menembus pekat dan dinginnya malam.

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan terjal lagi mendaki untuk meraih cita-cita kita. Bukan, bukan kekayaan atau penghormatan manusia yang kita cari. Tapi ridha Allah lah yang senantiasa kita perjuangkan.

Ya, memilih menjadi dokter adalah memilih jalan menuju surga, tempat di mana dokter sudah tidak lagi perlu ada…

NB :
Ini bukan provokasi untuk menjadi dokter miskin, bukan juga mengatakan bahwa dokter tidak perlu penghormatan atau hal-hal duniawi lainnya. Tulisan ini hanya sekadar sebuah nasihat untuk diri sendiri dan rekan sejawat semua untuk meluruskan kembali niat kita dalam menjadi seorang dokter. Karena setiap amalan tergantung pada niatnya. Silakan menjadi kaya, silakan menjadi terhormat, asal jangan itu yang menjadi tujuan kita. Dokter terlalu rendah jika diniatkan hanya untuk keuntungan duniawi semata. Mungkin akan sangat susah untuk menggenggam erat idealisme ini nantinya. Namun saya yakin, jika ada kemauan yang kuat dan niat yang tepat, idealisme ini akan terbawa sampai mati. Walaupun harus sendirian dalam memperjuangkannya, walaupun banyak yang mencemooh dan merendahkan. Saya yakin, Allah tidak akan pernah salah menilai setiap usaha dan perjuangan hamba-hamba-Nya. Tidak akan pernah.

Sumber: Disebarkan dari notes ke notes
http://ahmadyani-blog.blogspot.com/2011/08/sebuah-surat-untuk-dokter-dan-mahasiswa.html

Kamis, 13 Oktober 2011

Nasgor...

Lapar..
Ciu lapar..
Warung makan mana ada yang buka pagi-pagi buta..
Jadi deh, Ciu terpaksa masak..
Nasi goreng menemani menu makan pagiku kali ini..
Nasgor buatan Ciu..
Yang pastinya enak bin lezat..
Mmm.. Yummy!


Nasgor sederhana ala anak kost.. :)

Rabu, 12 Oktober 2011

Apa kabar?

Kalian yang di sana apa kabar? Masihkah aku dalam ingatan? Masihkah aku menempati posisi yang sama dihati kalian? Semoga begitu. *ngarep* hihi.

Ada banyak cerita yang ingin kubagi dengan kalian, tapi sepertinya kalian lagi sibuk-sibuknya kuliah yah? Sampai-sampai sms kalian pun tak kunjung datang memenuhi inboxku. -__-

Lelah. Lelah dengan kerinduan ini, jadi mau tidak mau aku harus berdamai dengannya. Berusaha membuatnya se-BIASA mungkin. :)

Selasa, 11 Oktober 2011

Hehel :D


Zuhelni Zainuddin. Sahabat baikku, peneduh hatiku. *ngelirik Hehel* Serius ini, gak dibuat-buat. :) Kutulis dengan sepenuh hati, buat Hel yang juga telah sepenuh hati menjadi sahabat Ci.

Empat tahun tak berjumpa, membuatku rindu. :( Rindu bertemu. Padahal waktu itu, waktu reuni bareng aptisiner bisa jadi kesempatan emas buatku. Tapi gak jadi. Helhel niy, keburu ke Bone, padahal gak ada yang buru kan? haha. *gaje*

Hmm. Jadi ingat masa-masa asrama di aptisi dulu. Masa yang tak mungkin berulang, tapi telah terpatri jelas dalam hati dan ingatanku. Hehel yang suka pake celana gomblang dan paling nggak mau lepas kacamata di depan semua orang. hihi. ;)

Hel, kapan ketemunya nih? Ciu mau jalan bareng, tapi bukan di Mall atau Cafe. Nggak mau di situ. Nggak minat. :) Ciu maunya di Bone aja, supaya bisa skalian wisata budaya dan kuliner. Yeah! Dan Hehel harus menjadi guide Ciu. Harus nemenin Ciu kemana-mana. Nggak boleh nolak, apalagi kabur. :p

Yang paling mau Ciu wujudkan, yaaah lihat bintang di malam hari seperti khayalan di sms waktu itu, juga berpetualang bersama, dan yang terakhir dimasakin ma Hehel. Hahaa. Hel, Ciu rindu sms gajean dengan Hehel, jangan terlalu sibuk doong, sisain sedikit waktu buat Ciu, yah, yah? hihoo. :D *lebay*

Makasiiiiih banyaaaak My Capella, karena kau mau menjadi sahabatku, sahabat yang gak cuma di dunia, tapi juga di akhirat, Insya Allah, hehee. Persahabatan kita akan abadi selamanya, tak kenal batas dan ruang waktu. Ana uhibbukifillah yaa ukhtii. :D

Minggu, 09 Oktober 2011

Sahabat Baru :D


"Seberapa penting sih sahabat menurut Mad?"
"Sahabat itu lebih dari teman, seperti keluarga. :)"

Perkenalkan sahabat baruku Mohammad Rumah Sakit Utomo, wkwk. Ralat. Nama skolahnya Mohammad Riski Setyo Utomo, dipanggil Mad. Hahaaa. *jadi ingat cerita kemarin, Mad* :p 

Seseorang yang maniak permen, ice cream, dan kalo lagi fokus cueknya minta ampun. Ckck. Orang yang ANEH. *piss* Setidaknya itulah yang bisa menggambarkan sosok sahabat baruku itu. ;)

Oiah satu lagi, Mad rajin tertawa kayak orang gila. :p Stress pokoknya. Semoga nggak ikut ketularan gila dan stressnya dia. :D hahaa. *wink* Tapi Ciu senang dapat sahabat baru seperti Mad, serius. Gak bohong. ;)

Selamat datang di dunia persahabatan Ciu, Mad. :D

Persahabatan...

------------------------------------------------------------
Persahabatan adalah sebuah ikatan untuk kesetiaan cinta yang tak mungkin usai :) 
------------------------------------------------------------

Huruf A

"Semua mahasiswa suka huruf A."

Itu kata temanku. Iya, ada benarnya juga sih. Mahasiswa mana coba yang nggak suka huruf A? Semua PASTI suka. Nggak ada yang suka angka B, C, D, E, T, dan K. Hahaa. Rahasia umum itu. *klo umum, yah udah bukan rahasia lagi dong Chi', ckck* :D
Dan.....
Malam ini aku ingin berdoa agar semua hasil MID 6 modulku dapat huruf A, aamiin. :) *meski sedikit agak nggak yakin dengan hasil modul terakhir :( tapi harus tetap berbaik sangka!* Semuanya kuserahkan pada-Mu Ya Robb. Aku telah memaksimalkan usaha, dan sekarang hasilnya hanya Engkau yang tahu Ya Allah. Sungguh, tanpamu aku tidaklah berarti, juga dengan hasil yang kuterima nanti. :D 

Jangan bersedih atas sesuatu yang luput darimu!
Apa pun hasilnya, tetaplah berhusnudzon kepada-Nya. 
Bersabarlah, karena akan selalu ada simpul yang indah untuk setiap kesabaran dalam sebuah keimanan. :)

Sabtu, 08 Oktober 2011

Dinding...

Ciu mau bagi sesuatu malam ini. Sesuatu yang amazing. hihihi. :) Menyenangkan! Bahagia deh pokoknya. :D Ini nih yang Ciu cari-cari selama ini. Dan akhirnya Ciu menemukannya. Yeyeye. *seneng gak ketulungan* (mencoba melupakan kesedihan untuk sementara waktu)

Aku punya adik baru di sini, di Manado. Tepatnya di Pasar Bersehati. Lantai 3, lantai paling atas. :) Adiknya banyaaaaaaaak. *wink* Aku baru saja bergabung dengan komunitas sosial buat berbagi dengan adik-adik yang tinggal di sekitar pasaran, pertemuan perdana. :)

Di sana kita belajar bersama, belajar apa saja. :D Adik-adik yang kujumpai punya berbagai macam karakter. Ada yang bergelayut dengan manja, ada juga yang cueknya minta ampun. Ckck. Tantangan. Yah! Tantangan buat turut menjadi seperti mereka, menjadi bagian dari sedikit penggalan kehidupan mereka. Semoga bisa selalu berbagi dan turut merasakan apa yang mereka rasakan. Ini bagian dari esensi kemanusiaan yang harus kita maksimalkan :D



Dinding, nama komunitasnya DINDING. Dinding yang sinonimnya tembok, hihi. Jangan tanya kenapa. Karena aku juga masih belum tahu alasan pasti kenapa komunitas ini dinamai dinding. Tapi, tapi, sebenarnya nama komunitas nggak terlalu penting-penting amat loh. Toh, yang terpenting itu adalah kegiatannya, juga niatnya, alias tujuannya. Iya kan? hihii. :)

Special thanks buat Mamad yang udah bagi info pa kita soal dinding. Walau resikonya harus turut menjadi GILA karena ketularan dia. :p Stress euy, tertawa melulu, gara-gara buku humor yang judulnya  "Siapa Bilang Urang Sunda Nggak Bisa Ngomong F. PITNAH!" hahahaaa. STOP TERTAWA! Hanya aku yang boleh. *ngakak* Sudah ah, nanti jadi gila beneran lagi.

Oiah, ada satu hal lagi, JOKKA, kalian tahu apa itu jokka? Sama dengan kata BAJALANG = JALAN. Rindu. Aku rindu moment seperti ini. Bisa jalan bersama teman-teman. Teman-teman baruku di Faked 2011, juga di Komunitas Dinding. Tadi kita ada 11 orang. Aku, Mamad, Avi, Yoas, Jo, Nhia, Elis, Billy, Aldy, Aju, dan Aaron. Seru, hari ini seru! :D

Tersenyumlah!

Hi semuaaa. Aku datang, aku datang! Berusaha datang tanpa membawa kesedihan. Mencoba menjauh darinya, sejauh mungkin, juga mencoba untuk membuat garis lengkung di bibir, lalu menularkannya pada semua orang. :) Ternyata membuang kesedihan lumayan susah juga yah? Bikin sesak. -___- ckck.

Tersenyum yuk! Karena tersenyum membuatmu terlihat RAMAH, juga terlihat CERIA. Jadi jangan pasang tampang CEMBERUT melulu, juga tampang SERAM jika bertemu orang lain. Dilihatnya gak enak banget. Serius loh! Jangan sekali-kali membuat wajahmu terlihat JELEK. Gak akan ada yang mau deket-deket dengan orang yang DINGIN. ;)


Beberapa orang sudah lupa bagaimana cara TERSENYUM. Miris. Padahal tersenyum gak susah kok, gak sesusah nyari duit. Hihii. Tapi kenapa yah banyak orang yang harus berpikir dulu buat kata yang satu ini? Senyum. Senyum kan ibadah. Senyum membuat hati kita lebih nyaman, lebih enjoy, lebih tenang, dan lebih-lebih yang lainnya, heehee. :D

Eits, tapi jangan senyum-senyum sendirian, jangan senyum terus tanpa henti, jangan cengengesan kayak anak kecil, juga jangan senyum-senyum di depan layar komputer yah. Kalo kayak gitu sih bukan lagi senyum normal, tapi abnormal. :p Perlu ke psikiater tuh, sarafnya ada yang error, pasti! hahaaa. Kata temanku, harus periksa pake EEG, Elektroenchepalograf. ckckck. -___-

Jadi jangan segan buat tersenyum. Tersenyumlah kepada siapa saja yang kau temui, sekalipun kau tak mengenalnya! Karena itu lebih baik dari pada bersikap acuh. ;)

Selamat menularkan energi positif pada siapa saja!
Senyum! :)

Jumat, 07 Oktober 2011

Sedihku..

Beliau telah pergi. Jauh meninggalkanku tanpa sempat berucap maaf padanya. Tak menyangka bahwa saat itulah terakhir kali aku dapat memeluk dan mencium punggung tangan beliau. :( Tak 'kan kutemui lagi sosok bijaksana saat pulang nanti, saat pulang ke tanah kelahiranku. Tak akan ada yang menasihatiku lagi untuk tidak merepotkan ibu, untuk selalu membantu ibu, dan untuk bisa membahagiakan ibu. Yah, nasihat beliau lebih banyak untuk ibu. Juga nasihat yang begitu melekat di hatiku saat ini, yang juga boleh dikata itu nasihat terakhir yang beliau tuturkan kepadaku, saat keberangkatanku ke Manado. "Jaga imanmu, nak." T__T Nasihat yang begitu dalam maknanya. Yang membuatku tak berhenti menitikkan air mata jika mengingat semuanya.

Tadi malam jam 10.00 pm, beliau pergi, pergi untuk meninggalkan dunia yang fana ini dan berpindah ke alam selanjutnya, alam barzakh untuk menanti tibanya hari Yaumil Akhir. :'( Ibu tak menelponku kala itu. Bahkan aku baru mengetahuinya saat siang tadi. Aku tahu, ibu tak mau membuatku sedih mengingat hari ini adalah MID terakhirku. Ibu, aku ingin bertemu nenek untuk yang terakhir kalinya. Tapi percuma aku pulang, jika untuk melihatnya pun sudah tak sempat. Kenapa tidak menungguku? Beginikah resiko jauh dari kampung halaman? Tak bisa berbuat apa-apa saat mendengar berita yang menyedihkan. Hanya air mata yang menetes menemani perasaan pilu yang tak tertahan. T__T

Aku hanya bisa mendoakan nenek dari sini, mendoakan nenek agar diberi tempat yang baik di sisi-Nya. Agar Allah melapangkan kubur nenek, memberikan cahaya peneduh, dan taman-taman surga pada kubur nenek. Ucii sayang nenek, sangaaaat sayaaang. :'( Biarkan Ucii bertemu nenek untuk yang terakhir kalinya, walau hanya dalam mimpi. Aku ikhlas nenek pergi. Yaah, mencoba untuk tegar mengahadapi kenyataan ini. Kullu nafsin za iqotul maut, setiap yang bernyawa pasti akan berpulang.

Selasa, 04 Oktober 2011

Fiuuuuuuh...

Satu ujian so kelar.
Semoga hasilnya memuaskan.
Usaha sudah dimaksimalkan.
Sisa berserah kepada-Nya.
Apapun hasilnya. Insya Allah.
Bismillah. :)

Minggu, 02 Oktober 2011

Semangat!

 
Man yazra' yashud!
(Siapa yang menanam akan menuai)

H-2 Mid Semester, ujian pertama kita di Faked.
Yaaah, ujian PERDANA. :)

Jangan sia-siakan waktu yang tersisa, kawan.
Lesatkan prestasi!

Going the extra miles.
I'malu fauqa ma'amilu, beusaha di atas rata-rata orang lain.
Berbuat 'lebih' dari yang orang lain perbuat. ;)

Persiapan yang matang akan membuatmu lebih tenang dalam menghadapinya. 
Jadi, berusahalah! Do your best! Siapkan amunisi buat peperangan yang baru akan di mulai Selasa nanti. Semoga kita BISA, *pasti bisa* menaklukkan soal-soal yang ada, tanpa ada kata GAGAL MODUL untuk kita. Aamiin. :)

No Comment

-___-

Zzzzzzzt...

Rinduuu...

RINDU.
Perasaan yang bukan hanya aku yang merasakannya.
Semua orang merasakan hal yang sama.
Walau dengan label yang berbeda.

RINDU.
Ia hadir dalam kesunyian bersama kenangan masa lalu.
Membuat aku teramat ingin mengulangnya.

Sudah kukatakan, dulu,
"Kita akan merindukan masa-masa ini, maka nikmatilah selagi kita masih bisa menikmatinya."
Dan kini aku pun merindukannya, sangat menrindukannya. :(

White's Vega Star

Sabtu, 01 Oktober 2011

Buku Kebangsaan, hihi..


Ini buku pertamaku di kedokteran. 
Aku resmi memilikinya tanggal 20 Agustus 2011. hihi.
Massa buku ini tak dapat kuprediksi. 
Tapi yang jelas, jika dipake nimpuk tikus, tikusnya PASTI mati. hahaaa. :D


Foto dari sisi yang berbeda.
Mau di foto dari sisi mana pun, tetap saja buku ini begitu TEBAL.
hahaha. ;)


Buku andalan. SOBOTTA. Semua mahasiswa kedokteran wajib memilikinya.
Karena buku ini akan dipake terus, gak cuma di semester satu. :)
Isinya bagus loh. Penuh warna.


Kalo yang ini, Kamus Dorland, tebalnya mantap. :)
Juga ada Biokimia Harper dan Patofisiologi.

Rindu Masakan Ibu :(

Aku BOSAN beli makanan jadi setiap hari. Tapi juga tidak sanggup buat masak. :( Selain karena tidak tahu masak, juga karena rutinitas keseharian yang padat. Tapi aku benar-benar bosan dengan menu yang hampir sama setiap harinya. -___-

Kenapa masakan ibu membuatku tidak pernah merasa bosan yah? Padahal selama 17 tahun 52 hari aku dimasakin terus sama ibu. Pasti alasannya bukan hanya karena menu yang berbeda. Tapi juga karena IBU yang MEMASAKnya. Karena ibu membuatnya dengan tulus untukku. Makanya sehari pun aku tidak pernah bosan untuk makan di rumah. Ayah juga selalu membelikanku lauk yang kusuka. Setiap ke pasar, ayah selalu menanyakan apa yang kumau. Juga dengan tidak bertanya sekalipun, ayah tahu apa yang kusuka. Huaaa. Kalau begini adanya, aku jadi RINDU masakan ibu, juga rindu lauk yang selalu ayah belikan untukku. T.T

Oiah, jangan heran kalau yang ke pasar bukan ibu. Pernah suatu waktu ibu yang ke pasar, tapi hasilnya kami harus makan ikan yang sudah tidak segar lagi, hiihii. Ibu memang tidak jago soal urusan pasar ke pasar. Tapi tidak keseringan juga sih beli ikan yang sudah tidak segar, hanya kadang-kadang saja, hehee. Makanya, tugas ke pasar di ambil alih oleh ayah. :D Karena ayah memang jago di bidang ini. Hihihi.

Desember nanti akan kupuaskan makan masakan ibu. Request sama ayah semua makanan favoritku, Juga menikmati suasana rumah yang tak pernah membuatku BOSAN. *berharap Desember segera tiba* Aku tak pernah menginginkan Desember segera tiba selain tahun ini, dan mungkin juga dengan tahun-tahun berikutnya. Yaaah, karena di bulan Desember inilah aku bisa pulang ke tempat teristimewaku. :)

White's Vega Star
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...