Minggu, 31 Juli 2011

Marhaban Yaa Ramadhan

Marhaban Yaa Ramadhan.

Yeah. Bentar malam sudah tarwih. Dag, dig, dug. Jantungku berdetak kencang. Mengingat besok sudah mulai puasa. Duhh, senangnya. Alhamdulillah msh bisa berjumpa dgnnya. Terima kasih Ya Allah. :D

WELCOME RAMADHAN.
AHLAN WA SAHLAN.
MARHABAN YAA RAMADHAN. :)

Esok 1 Ramadhan 1432 H. Horee! (senyum lebar)

Ramadhan di ranah berbeda. Jauh dari rumah. Jauh dari keluarga. Jauh dari sahabat. Jauh dari kampung halaman. Huaaa. Ciuu yang semangat!

Yeah! Yeah!
Semua bisa dilewati dengan baik. Akan kudapat pengganti teman dan kerabat di sini.

Selamat Berjuang!
Selamat Menjalani Puasa Yang Beda!
Dengan segala perbedaan, dengan Ramadhan di tahun-tahun lalu. :)

White's Vega Star

Selasa, 26 Juli 2011

Inikah Pra-Ospek?

Seharian menelusuri kota Manado. Ngurus ini-itu. Perlengkapan ospek menyusahkan juga! Baru pra-PK2MB repotnya minta ampun. Disuruh bawa buku tulis sampul hijau 3 buah. Pake kos kaki bola warna hijau. Beli pita warna hijau buat nempelin d jilbab (seharusx qta pe rambut harus dkepang, hoho). Trus bwa air aqua isi 1,5 liter 2 botol. Oralit 2. Peraut pensil bundar warna hijau yg ada cerminnya. Pulpen merk standard warna hijau 3 buah. Spidol warna hijau. Lipstik warna merah. Pensil alis. Bedak Mar's warna merah muda. Sepatu kets warna hitam polos. Tas kantong merah dgn tali rafia hijau yg sudah dikepang. Terakhir pake baju putih dan rok hitam polos. Dipojok bawah pengumuman terpampang kalimat, "Warna hijau, HIJAU KEDOKTERAN!" Ckck. Rumitnya! Tapi saya sudah melebihkan usaha. Bersama 2 kawan baruku, Fahe dan Murty, kujelajahi Pasar Swalayan Jumbo, Multi Mart, n sepanjang emperan Pasar 45. Semangat!
#Manado, 260711; 16.15.

White's Vega Star ^^

Lumayan Melelahkan

Mengantri lagi. Inilah lautan manusia yg menjalar bak ular raksasa panjang. Sesak. Itu yg kurasakan. Cucuran keringat turut menemani penantian panjangku, hanya untuk sebuah almamater yg tak memihak hitam ataupun putih (baca: abu-abu). Aku siap berpegal2 ria, menghalau lelah yg datang menyergap. Tak 'kan kubiarkan tulang belulangku remuk bak tertimpa gajah hanya karena hal sekecil ini. Aku kuat. Aku bisa melewatinya (baca: baru juga ngantri, hehe). Perjuangan ini belumlah pantas dikeluhkesahkan. Dan tak akan pernah pantas. Walau berdiri berjam2, akan tetap kusambangi jua. Demi cita yg mulai mekar seperti bunga tulip di Negeri Van Oranje. Karena terkadang dibutuhkan usaha lebih untuk sebuah hasil yg lebih pula. Takbir! Allahu Akbar! :)
#di ruang BAAK Unsrat Manado, 26 Juli 2011. 10.09 am.

White's Vega Star ^^

Minggu, 24 Juli 2011

Curcol Ciu

Waktu kian memburu. Membawaku semakin dekat dgn ranah rantau. Tempat yg akan menempaku agar lebih mandiri. Tempat yg akan membuatku lebih dewasa. Tempat yg akan membagi banyak ilmu untukku. Kutinggalkan kampungku untuk sebongkah harapan. Harapan menjadi manusia berintegritas tinggi. Membuat ayah ibuku bangga memilikiku. Dan tak 'kan kusiakan setiap peluhnya. Aku berjanji. Akan kuhadapi segala badai yg menerpa. Akan kulawan tantangan yg datang. Akan kuperjuangkan setiap detik impian dan citaku. Akan kunikmati semua ketidakmungkinan agar menjadi mungkin. Aku siap utk segala konsekuensi yg ada di dpn mata. Akan kulebihkan usaha dan kerja keras. Akan kutingkatkan ibadah dan doaku pada-Nya. Akan kuamalkan ilmu keikhlasan dan kesabaran. Hanya kepada-Nya kuserahkan setiap asa yg membubung tinggi hingga ke langit. :)
18 Juli 2011; 15.42.
White's Vega Star

Sabtu, 23 Juli 2011

Welcome Ramadhan..

H-7 menjelang Ramadhan.

Ramadhan di ranah berbeda.
Bagaimanakah rasanya?
Apapun rasanya, akan kucicipi!
Aku siap! :D

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Rabu, 20 Juli 2011

Nyebur Dadakan

Hihi. Jeleknya judul yang saya pilih. Ckck. Tapi cerita hari ini tidak sejelek judul di atas loh. Tadi menyenangkan, sangat menyenangkan! Berawal dari status Lelimiska Irmadani Syarif yang bosan di rumah, hingga status eyang Dian Ardyanti Rauf yang lagi bersama Sulfiah Yusnita, ingin renang katanya. Wah. Le ngajakin kesana. Kirain bercanda, tau-taunya serius. Beribu rius malah. Hehee.

Segera kuambil baju ganti, dan menanti kedatangan Le. Saya siap nyebur! Kebetulan belum mandi, hihi. :)

Sesampainya di rumah eyang, kita renang. Renang? hahaa. Gaya batu, iya. :D Tapi seru juga. Seru karena cuma kami berempat. Bebas berekspresi! Gaya apa aja boleh. :D

Habis renang, kita mandi bareng lagi. Keramas bareng. Asyik. Kapan lagi mandi bersama di bawah guyuran air? hihi. Hari ini mandi yang sangat berkesan untukku, kalian bagaimana?

Aku Bangga Jadi Anak Indonesia



Gebyar-Gebyar Pelangi Jingga

  Indonesia ...
Merah Darahku, Putih Tulangku
Bersatu Dalam Semangatmu

Indonesia ...
Debar Jantungku, Getar Nadiku
Berbaur Dalam Angan-anganmu

Gebyar-Gebyar, Pelangi Jingga

Biarpun Bumi Bergoncang
Kau Tetap Indonesiaku
Andaikan Matahari Terbit Dari Barat
Kaupun Tetap Indonesiaku

Tak Sebilah Pedang Yang Tajam
Dapat Palingkan Daku Darimu
Kusingsingkan Lengan
Rawe-rawe Rantas
Malang-malang Tuntas
Denganmu ...


Indonesia ...
Merah Darahku, Putih Tulangku
Bersatu Dalam Semangatmu

Indonesia ...
Debar Jantungku, Getar Nadiku
Berbaur Dalam Angan-anganmu

Gebyar-Gebyar, Pelangi Jingga

Indonesia ...
Merah Darahku, Putih Tulangku
Bersatu Dalam Semangatmu

Indonesia ...
Nada Laguku, Symphoni Perteguh
Selaras Dengan Symphonimu

Kau Hanya Perlu Bersabar


Belum lulus? Pengajuan beasiswanya belum diterima? 
Ah. Santai aja. Syukuri. Ini baru yang pertama. Masih ada penolakan-penolakan berikutnya. 
Harus tahan mental dari awal. Lakukan usaha ini lebih keras lagi. Hingga apa yang telah digariskan untukmu dapat kau resapi kenikmatannya. Perjalanan dalam meraihnyalah yang akan membuatmu kuat. Percayalah. Jangan menyerah. Kau mampu melakukannya. Kau hanya butuh waktu untuk merasakan rahmat-Nya yang satu ini. Semangat! :)

Ingin segera melakukan kerja-kerja keras. Ingin rasanya memberi sumbangsi lebih buat bangsaku ini. Loh, nyambung dimana? Hehehe.

Pakkiok Bunting


Ciu suka dengar ini jika ada pengantin. Enak aja kedengarannya. Adat Makassar ya gini. Keren *menurutku* hihihi. Pakkiok bunting sejenis puisi dalam sastra Makassar yang khusus dipakai untuk memanggil pengantin. Puisi ini tidak dinyanyikan, tetapi hanya diucapkan dengan perasaan dan irama serta mimik yang menarik.
Silahkan disimak. :D
aia eded aia eded
nia toaejmi dea buti
buti sloa kuty
sloa kuatlai
npko ri boriku
ri cp prGku
n kupraiako ebrs
ri mko ekbo
kupmuaea rpo bau ri plku
kupnroako poel
klopi ri tl bulea
kutoko ait
kuebloeblo jmr
buti mnaimko mea
ri bln mtoanu
mtoa kmes-mes
aipr ksiasinu
sribt mtunnu.
siktutuaiko toep dea buti
numss moelmoel
etnmo atu
perkn mloloa
buti t buti
nai Gesmki mea.

Baca,
Ia dendek, Ia dendek
Niak tojemmi daeng bunting
Bunting salloa kutayang
Salloa kuantalia
Nampako ri ujung borikku
Ri cappak pakrasangangku
Na kupanragiangko berasak
Ri mangkok kebo
Kupammueang rappo bauk ri palakku
Kupannaroangko pole
Kalomping ri talang bulaeng
Kutongko intang
Kubelo-belo jamarrok
Bunting manaikmako mae
Ri ballakna matoannu
Matoang kamase-mase
Iparak kasiasinu
Sarikbattang matunanu.
Sikatutuiko tope daeng bunting
Numassassa mole-mole
Tenamo antu
Parekanna maloloa
Bunting ta bunting
Naik ngasemmaki mae!

hihihi. Gimana? Keren kan? *ngarepp*

Sulawesi Pakrasanganta

Nyanyi lagu daerah Makassar, yuk!
Ni liriknyaaa..
Cekidot!

Sulawesi pakrasanganta
Butta passolongang ceratta
Anjaritanggongangmalompo
Ri katte tumakbuttayya

Punna tena kisipaingak
Na kimassing-massing ngukrangi
Na amang sannang salewangang
Ta makkulle amang boritta

Cinik sai borik bellayya
Bellanamo kamajuanna
Teknemamo julu bangsana
Amang sannang pakrasanganna

Sang borik sang pakrasanganta
Bajikmaki akjulu ati
Na amang sannang salewangang
Sulawesi pakrasanganta

Bersama Cibs

Selasa malam, 12 April 2011.

Seperti biasa kutengok fb sejenak. Berniat melihat notif dan komen yg masuk. Eh, ada komen Si Cibs. Hehee. Saudariku tuh! *nyengir*

Cibs: Ci, ada something mau sy cerita. Kpn bisa ketemu? Besok bisa?

Ci: Cerita apa nih? Kyakx penting skali? Hihi. Jam brapa ukhti?

Cibs: Terserah kita.. Iye sy butuh pendengar.

Ci: Ke rumah maq besok ukh. Gimana?

Cibs: Iye

Ci: Ok. Sa tunggu.

Yeah! Bsk Hikmah ke rumah. :D

Rabu, 13 April 2011.

Kunanti kedatangannya. Jam 10 hpku berdering. Telpon dari Si Cibs. "Ci, makanka dulu baru berangkat nah!", sahutnya di sebrang sana. Hehe. Ok. ;)

Menit berikutnya, hpku berdering lagi. Si Cibs nelpon. "Ci, hampirma nyampe.", jawabnya singkat. Hehee. Ok lagi. Segera kuambil jilbab dan kaos kakiku. Kukenakan. Baru beranjak keluar kamar, Ibu memanggil, "Ci, adami temanmu, Nak."

Wah, Si Cibs jalannya cepat juga yah? Rumahku kan punya 3 belokan baru nyampe. Kanan-kiri-kanan. Hehee.

Kami cerita banyak hal. Segera kutagih apa yg ingin Cibs bagi untukku. "Sebentarpi deh.", jawabnya singkat. Okelah. (lagi-lagi kugunakan kata ok ) :D

Oiah, saya dibawakan novel. Tau ajaa apa yg kusuka. <senyum> Ranah 3 Warna, Neng! Novel yg sempat kuidamkan. Terima kasih Cibs sudah berbaik hati meminjamkannya untukku. (senyum lagi)</senyum>

Banyak yg kami lakukan. Itu menyenangkan. :D Ba'da dhuhur, Si Cibs cerita. Cerita sesuatu. *lah, jelas iyah, tapi apa?* hehee. Ssstt. Yang satu ini RAHASIA. :) Maaf, tak bisa kubagi.

Sorenya, kami jadi Chef. Mari buat nasgor, nasi goreng Ala Chef Ci dan Cibs! *saya mah ndag jago masak* Tapi itu bukan masalah, ada Ibu yg memberi instruksi. Hehe. Sebenarnya, saya tahu masak nasgor, tapi sudah lupa. Jarang buatnya. Ada adik yg lebih jago. Eh, eh, tapi, tapi.. Saya mau belajar kok! (cengengesan)
_

Ibu bilang, "Bermalammi, Nak." tentunya kalimat itu dilontarkan buat Si Cibs. Saya juga turut membujuk. "Ayolah Cibs. Yah? Bermalam saja yah?" hehee. Si Cibs mikir, "Ok. Sa sms dlu org rumah." Yeah! Izinnya dapat. Dengan syarat, besok pulangnya harus pagi. Jiah. Biarlah. Yg penting Si Cibs nginap. Kapan lagi coba? (sayang Cibs)

Malamnya, saya menyadari satu hal. Ini karena ketidaktahuanku tentang beberapa hal. Mengapa saya memilih jalan ini? Kosong. Pasif. Ah. Selama ini saya kurang kritis mengenai *am*a* ini. Mungkinkah hanya saya? Bagaimana jika teman yg lain tak jauh beda denganku? Wah, parah. Subhanallah, Allah mengirimkanku teman yg kritis, yg punya rasa ingin tahu tentang banyak hal. Jadilah saya diceritakan banyak hal. Saya jadi bersemangat! Mencoba menyenangi sesuatu yg dulu kuabaikan begitu saja. Akan kuubah kata tidak tertarik menjadi tertarik. Tertarik memikirkannya. Buang kata tidak! Yah, harus bisa, Ci. :)

#Mari Tidur.

Subuh-subuh buta, (ingin kedip2 k Cibs dgn kalimat yg bru saja kugunakan hehe) nah, lanjut. Subuh-subuh buta, kuajak Si Cibs berkeliling desa samping kompleks dengan menggunakan sepeda. Masih gelap. Udara pagi mengelus ubun-ubun. Mengedarkan hawa sejuk hingga sanubari. Damai. Kuayunkan kaki dengan pedal sepeda, bersama Si Cibs menelusuri jalan sepi yang tenang. Kanan-kiri bahu jalan adalah hamparan padi yg masih hijau. Indah.

Asli hijau, beda dengan kompleks rumahku yg padat rumah.

Jam 8 lewat, Si Cibs pamit. Yaaah. "Kenapa cepat skali mau pulang?", tanyaku dengan logat Makassar. Si Cibs bilang, "Iye, mau kukerja LPJku." Hmm. Iya Cibs. Mari kuantar! (senyum lagi)

Si Cibs tahu ajaa, saya mau naik Si Mio Putih. Tahu-tahu bilang, "Jalanma deh keluar." Hehee. "Iyah, jalan maki' pade, samaki', hehe.", sahutku menimpali.

Sampai di jembatan kompleks, pete-pete merah sudah terlihat di ujung jalan. Jadilah Si Cibs pulang. "Hati-hati ukhti, daaah." Kulambaikan tangan buat Si Cibs setelah bersalaman dan cipika-cipiki terlebih dulu. (jangan iri yah)

Terima kasih Cibs, sudah meluangkan waktu untukku. :D (sayang Cibs)

Sabtu, 16 Juli 2011

Abal-Abal

Belumpa' pergi, menangismi ibuku pikirka. Bapak juga sudah beri banyak nasihat. *twiing. T.T

Lepas saya merantau Bu, Pak! Akan kubuat kalian bangga! Tak kan kubiarkan setiap peluhmu tersiakan. Doakan anakmu ini.

Harus bisa melebihkan usaha, bersabar, dan berdoa seperti AF. Hehee.

Selasa, 12 Juli 2011

Untuk Apa Memikirkannya?

Lupakan.

Tdk penting mengingatnya.

Orang asing mana boleh dipikirkan?

Zzzzz.

____________________________

#sebagian teks kabur entah kemana.

Curhat Tidak Penting

Kenapa? Ada apa denganku? Perlakuanmu beda. Seakan-akan menghindariku. Berusaha melupakanku. Tak menganggapku.

Aku menyesal pernah hadir dalam hidupmu. Pernah menjadi sahabatmu. Menjadikanmu sahabat yg paling dapat mengertiku.

Jika tahu begini jadinya, aku berharap menjadi org yg biasa saja. Seperti mereka, mereka yg kau perlakukan dgn biasa saja. Iri. Sungguh iri. Apa yg salah dariku? Huhuu. Sedihnya deh. *santai dong Chi*

Tapi tidak masalah. Aku, aku hanyalah sekian dari sepersekian org yg pernah ada dlm kisah hidupmu. Tak berharap untuk diingat. :)

Senin, 11 Juli 2011

Ceplas-Ceplos Ciu

Umur boleh dewasa, tapi sifat masih kanak-kanak. Childish.

Saya paling tidak suka kata-kata itu. Tapi nyatanya, beberapa orang tanpa berpikir panjang men-judge-ku demikian. Huaa. Stoop! Kau tak tahu banyak tentangku.

Ada banyak orang yang berkata dengan mudahnya, tanpa menyadari bagaimana dirinya. Tanpa peduli apa yg dikatakannya. Tanpa berpikir akibat dari perkataannya.

Aaah. Kalau Ciu sih, bawa senang sajaa. Nikmati. Resapi. Ambil hikmahnya. Dan menerimanya walau tak suka. Toh, semuanya tak sepelik yg kita bayangkan.

Tapi mereka? Bagaimana dgn mereka yg merasa tak nyaman? Yg mungkin sensitif dgn kata pedas? Dan tak terima dgn judge miring utk dirinya?

Sungguh, ada banyak karakter tak terduga d dunia ini. Maka dari itu, belajarlah menghilangkan kebiasaan sudut pandang suram, saudaraku. Bersihkan hati. Terangkan ucapan. Dan kan kau temukan penghargaan dari tutur kata yg baik. :D

Jilbab Ini

Jilbab ini melindungi kepalamu dari panas matahari saat di dunia, dan akan melindungimu dari panas api neraka saat di akhirat.

Jilbab ini menghangatkanmu di saat kedinginan di dunia, dan akan menghangatkan jiwamu saat dibangkitkan dari kubur di akhirat.

Jilbab ini menutup auratmu saat di dunia, dan akan menutup aibmu saat di akhirat.

Jilbab ini membedakanmu dgn wanita kafir saat di dunia, dan akan menunjukkan jalanmu menuju kumpulan umat Nabi Muhammad saat di akhirat.

Jilbab ini menjaga kehormatanmu sebagai wanita saat di dunia, dan akan menjunjung kehormatanmu sebagai wanita penghuni surga dari kaum Muhammad.

Copas :D

Seorang lelaki non-muslim bertanya pada seorang lelaki muslim, "Kenapa muslimah harus memakai jilbab?"

Lalu lelaki muslim itu mengeluarkan 2 bungkus permen. Yg satu berbungkus dan satu tdk. Kemudian Ia jatuhkan d tanah kotor, kemudian lelaki non-muslim itu disuruh memilih, dan tentu saja Ia memilih yg berbungkus.

"Seperti itulah jilbab melindungi wanita muslim dari keburukan" jawab lelaki muslim.

Find Your Life

Find your life!
_
Siapa dirimu?
"Barangsiapa yg mengenal dirix, mka dia akan mengenal Robbnya." (Sayyidina Ali)

Temukan cermin untuk membaca, melihat dari dekat, memandang dari sisi lain, dan menggali aset Ilahi yg qta miliki.

"Seorg mukmin itu cermin bagi mukmin yg lain. Seorg mukmin itu cermin bagi saudaranya." (H.r. Thabrani dr Anas r.a.)

Bercerminlah!
Temukan keunggulan diri yg khas dan unik, sesuai bakatmu. "...setiap org berbuat sesuai dgn pembawaanx masing2." (Q.s. Al Israa': 84)

Inilah aku! Lantas siapa kamu?

Inilah jalanku!
"Hai org2 yg beriman, bertaqwalah kpda Allah dan carilah jalan yg mndekatkan diri kpda-Nya, dan berjihadlah pda jalan-Nya, supaya kmu mndapat kberuntungan." (Q.s. Al Maidah: 35)

Ittaqullah masta-tha'tum. Bertaqwalah semaksimal kemampuanmu. Klo blm maksimal, jgn mudah menyerah, pasrah, dan kalah. Bertaqwalah dan lakukan yg terbaik.

#The Way to Win. Solikhin Abu Izzuddin.

Sabtu, 09 Juli 2011

KEREN :D

Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.

Teruslah berlari, hingga keletihan itu letih bersamamu.

Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.

Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.

#Alm. Ust. Rahmat Abdullah

Selasa, 05 Juli 2011

Sendal Jepit


Usang. Kucek. Bau. Tapi berharga. Bernilai. 
Ia dulu pernah baru. Bagus. Bersih. Cantik. 
Karena terpakai jualah ia menjadi seperti itu. :D

Gajee..

"Aku rela kehilangan cinta, demi sahabatku."

Gimana para sahabat? Setuju tidak dengan kalimat di atas? Ah, Ciu tidak mau berkomentar banyak tentang cinta. *malas*

hehehe. :D

Tawa Kita

Takalar, 4 Juli 2011.
@Bale2 tetangga Nhyta.

Ciu mau cerita kejadian tadi aah. Hm.hm.hm. Hbs Ciu ngojek mama ke Salajo, Ciu singgah k rumah Nhyta. Td dpat sms, dsuruh dtang. Tman2 rindu sama saya. Haha. *bo'ong* ah, pasti drindukan. Ciu kan slalu drindukan. Hehe.

Ciu ngabsen siapa mereka yah! Ada Nita Yudasari Yusuf, yg punya rumah niy, trus ada Sulfiah Yusnita, Wahyuni Syahruna, St. Windayanti, Rachmat Nugraha, Fahmi Musa Saite, Muh. Ilham Madjid, dan Pak Ketus Qadriansyah.

Mereka heboh, gokil, malu-maluin, tapi baik. Ahaha. Mereka sahabat Ciu dr SD sampai skrg. Sdh tua kan? Hihi. *piss V*

Di sana Ciu capek tertawa, capek cerita, juga capek naik sepeda. Mereka jail. Masa Ciu d suruh beli gorengan naik sepeda bareng Iyta. Ciu juga sih, mau-maunya naik sepeda. Haha. Ciu kan suka hal-hal aneh, ada motor kok milih sepeda? Wkwk.

Si Mamat yg lg ultah ni hari juga jago ngegombal, masa Ciu yg jadi korbanx? Sorry yah, Ciu ogaah! Blee. :p

Eh sayang Eyang Ciu gag ada. Dato Ciu juga gag ada. Gag lengkap. :(

Ada cerita lucu juga dari mereka.

Ammy yg lulus akuntansi UIN blg gini, "Saya akan kerja d Mega Ciu. Di BI lagi." sambil nunjuk2 Ciu tuh!

Trus Nita nyela, "Awas kalo korupsi, saya tangkap." haha.

Ammy blg lg, "Ih, kau dukunga pengacara."

Nita ngomel lg, "Saya hanya membela yg benar."

<tertawa bareng2>

Nita nambah lg, "Nah, klo Ammy sdh gila, giliran Ciu yg beraksi."

hahaha.
<tawa makin kencang>

Kasian Si Ammy, Nuny sampe terpingkal2. Ahahaa. :D

huhuhu. Ini niy yg Ciu akan rindukan. Kalian sahabat2 yg pasti akan Ciu rindukan. :D

Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

Izinkan saya mengomentarinya. Mengomentari sebuah novel pinjaman dari seorang sahabat, hihi. *saya suka novel, tapi belum pernah berniat untuk mengoleksinya* Terima kasih karena tak pernah bosan meminjamiku, sayang. :D

Novel karangan Tere Liye *penulis favoritku* sungguh menggugah! Mantap! Keren sekali! :) Awalnya sempat bertanya-tanya, “Kok ketika membacanya tidak seperti membaca novel karangan Tere Liye yang lain yah? Seperti bukan Tere Liye!” (dalam hati, saya berbisik, “Coba bukan karangan Tere Liye, saya pasti sudah meletakkan buku ini dari tadi, tak menarik!” Ckck.) Itu tanggapan pertama kali saya membacanya. Namun semakin saya mendalaminya, membacanya lebih jauh, saya sadar tidak sepenuhnya tanggapanku itu benar, yah, tanggapan itu mulai berguguran, perlahan tapi pasti.  :D Ini memang novel karangan Tere Liye, Tere Liye banget! Huaa. Tidak rugi saya membacanya. Ada banyak pelajaran hidup yang berarti. Membuatku tak ingin beranjak dari posisi bacaku. *posisi baca yang slalu kubuat menyenangkan* :D

Saya tak ingin menceritakan tokoh, alur, maupun konflik dalam novel Tere Liye ini, sama sekali tidak. Saya hanya ingin berbagi beberapa kutipan yang saya sukai. :)

Dia bagai malaikat bagi keluarga kami. Merengkuh aku, adikku, dan Ibu dari
kehidupan jalanan yang miskin dan nestapa. Memberikan makan, tempat berteduh, sekolah, dan janji masa depan yang baik.

Dia sungguh bagai malaikat bagi keluarga kami. Memberikan kasih sayang,
 perhatian, dan teladan tanpa mengharapkan budi sekali pun. Dan lihatlah, aku membalas itu semua dengan membiarkan mekar perasaan ini.

Ibu benar, tak layak aku mencintai malaikat keluarga kami. Tak pantas.
Maafkan aku, Ibu. Perasaan kagum, terpesona, atau entahlah itu muncul tak tertahankan bahkan sejak rambutku masih dikepang dua.

Sekarang, ketika aku tahu dia boleh jadi tidak pernah menganggapku
lebih dari seorang adik yang tidak tahu diri, biarlah… Biarlah aku luruh ke bumi seperti sehelai daun… daun yang tidak pernah membenci angin meski harus terenggutkan dari tangkai pohonnya.

Saya bingung mau berkomentar apa. *tulalit, tulalit* hahaa. Bagi-bagi kutipan aja deh. -_-"

“Ibu pergi untuk mengajarkan sesuatu… bahwa hidup harus menerima…
penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti… pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami… pemahaman yang tulus. Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, dan pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan.”

“Kami kecil sekali saat Ibu pergi. Gemetar menatap gelapnya masa depan.
Takut bercermin pada masa lalu yang getir. Ibu benar… tak ada yang perlu disesali. Tak ada yang perlu ditakuti. Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya.
Biarkan angin merengkuhnya, membawanya pergi entah ke mana. Dan kami akan mengerti, kami akan memahami… dan kami akan menerima.”

Hidup ini akan terus berlanjut, walau perih. Kita terjatuh dan terpuruk bukan hanya sekali. Percayalah, ini semata-mata untuk menguatkan kita, untuk menempah kita agar bisa menatap hidup dengan dewasa. Jika terjatuh, bangunlah! Bangkitlah kembali! Ada banyak pelajaran di saat kau terpuruk, bahkan ke dalam kubangan lumpur terdalam sekalipun!

Kenapa kita tidak mengubah penderitaan itu sebagai energi menuju kebahagiaan? Yaah! Buatlah semuanya menjadi energi positif. Energi yang berguna untuk setiap detik di hidup kita. :D

“Dulu Anne pernah bilang, orang yang memendam perasaan
sering kali terjebak oleh hatinya sendiri. Sibuk merangkai semua kejadian di sekitarnya untuk membenarkan hatinya berharap. Sibuk menghubungkan banyak hal agar hatinya senang menimbun mimpi. Sehingga suatu ketika dia tidak tahu lagi mana simpul yang nyata dan mana simpul yang dusta.“

Benarkah? Adakah yang mau menanggapi kutipan di atas? *bantu saya* hihihi. Ah, sungguh pengharapan itu hanya membuat kita terbuai dalam khayalan. Cukup kepada Allah kita menumpahkan segala pengharapan, yah, hanya kepada-Nya. Jangan pernah membuat suatu pengharapan kepada makhluk-Nya. Tak pantas. Memendam rasa? Kata artikel yang pernah kubaca, ‘Cintailah Ia dalam diammu, dan jika memang ‘cinta dalam diammu’ itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata, biarkan ia tetap diam. Jika dia memang bukan untukmu, toh Allah, melalui waktu akan menghapus cinta dalam diammu itu dengan member rasa yang lebih indah dan dengan orang yang tepat.” *Tentu ini hanya untuk orang yang belum siap melangkah ke dalam walimahan yang sacral* hehehe. :)

Hmm. Sampai di sini dulu yahh! Sudah capek niy, mana tulisan di atas berantakan puula. Ckck. Biarlah. Yang penting semuanya sudah tercurah. Bye, bye! :D
“Ada banyak kehidupan dan kesibukan di dunia ini, dan kita tidak akan pernah tahu banyak hal jika kita tidak membuka mata dan hati kita untuk hal-hal kecil sedikitpun.”

Mau.. Mau..

Ciu mau berpetualang. Menelusuri pohon-pohon yg rindang, mendengar bunyi serangga, melawan arus sungai, dan menapak jalan menanjak yg kadang licin dan berbatu. Ah. Itu menyenangkan! Apalagi ditemani rinai hujan. Huhu. :D

Ciu rindu berpetualang bersama sahabat-sahabat. :)

Senin, 04 Juli 2011

Di Pesisir Pantai

Meresapi hembusan angin malam.
Menyegarkan.
Juga menusuk hingga ke tulang-tulang.

Menikmati kejaran ombak yg berlarian.
Menenangkan raga.
Desiranx membahana, membelah langit.

Ditemani bintang-gemintang, menanti datangnya Vega, Capella, Antares, Arcturus, Deneb, Regel, Betelgeuse, Sirius dkk. Kapankah aku dapat melihatnya?

Dinginnya malam tak menghalangi.
Tetap menyejukkan.
Membuat hatiku tentram, damai, dan nyaman. :D

Sayang, ini hanya khayalan. *gubrak*

Kelas Binaan Takalar

Tempat teristimewa yg tak terlupa.

Tempat yg menjadi saksi bisu putih-abu2 kita, bersama merasakan kebersamaan. ;)

Tempat kita merajut mimpi-mimpi yg esok menjadi nyata.

Tempat yg memberi begitu banyak episode indah yg menginspirasi.

Tempat yg mengajarkan kita arti seorang sahabat, betapa tulusnya sebuah persahabatan.

Kini tempat itu telah menjadi masa lalu, sepotong masa lalu yg indah.

Bersama kalian, saudara-saudari terkasih.

Kalian berharga!
Kalian slalu di hati, selamanya.

Terima kasih atas setiap detik kebersamaan kita. :'(

Sabtu, 02 Juli 2011

Sadis..

Ahahaa.. Capek jugaa nge-post sekaligus.. Nggak tanggung-tanggung euy! Mudah-mudahan ini blogku yang terakhir, setidaknya jika ada yang baru, yang lama masih tetap terpakai pulaa.. Hihihi.. :) *apadeeh*

-_-


Rempak Gendang. Salah satu tari dan musik kesenian Sulsel.
Ini dia niy, sanggar kesenian di sekolah kami, SMAN 1 Takalar.
Salah satu kenangan indah yang tak 'kan terlupa.
Aku rindu memainkannya bersama teman-teman, aku rindu latihan sorenya.
Juga saat kita pentas. Hmm, apalagi saat ini Pekan Expo Takalar.
Huaaa. Aku benar-benar rindu! :'(

Rempak Gendang Smanest

Takalar, 20-10-2010

*Menikmati aroma seni yang mungkin tak ‘kan kuhirup lagi di saat kutamat nanti.. :) Masa-masa ini akan selalu kukenang sebagai bagian dari kisah putih abu-abuku.. Betapa senangnya diriku dapat berhimpun bersama kalian, bersama merasakan saripati seni, especially musik tradisional.. Seni yang membuktikan keragaman budaya Indonesiaku! Ingin kuterus melestarikanmu, memperkenalkanmu pada dunia.. “Ini adalah budaya asli Indonesia yang kaya akan ragam..” :) Jika bangsa lain bangga dengan budaya yang mereka miliki, mengapa kita tidak lebih bangga dengan budaya yang kita punya? Kawan, aliran seni musik tradisional, ‘rampak gendang’ mulai bersemayam dalam diriku saat kelas X dulu, saat promosi perekrutan anggota.. Saat itulah rasa ingin tahuku akan gendang mulai membuncah.. Heheh.. Tak bermaksud untuk melebih-lebihkan.. :) Hmm.. Ingin rasanya mendalami seni; musik, vocal grup, dan drama cerita rakyat.. Rampak gendang, asyik sekali jika dapat mementaskanmu di luar negeri.. *ngarep.. Hihihi.. Rasanya tak ingin menutup lembaran kisah kita, tak ingin mengakhirinya meski tak dibangku SMA lagi.. :( Kawan-kawan rampak gendangku, senang dapat merangkai cerita bersama kalian.. Tak terlupa kuhaturkan terima kasih buat Pak Tata yang telah melatih kami tanpa henti, buat Ayahanda Ali yang senantiasa mendukung kami, serta Ibu Tijo’ yang sudah setia merias kami saat akan pentas.. :D hihihi.. Semuanya tak ‘kan terlupa begitu saja.. Rampak gendang, ‘kan kukenang kau bersama semua kisah yang telah kulalui.. Kau turut mengukir sejarah dalam hidupku.. :)

Aku Cinta Sulsel :D



Aku bangga jadi anak Sulsel. :D
Orang Sulsel terkenal dengan kegigihannya.
Mereka tak tanggung-tanggung dalam meraih mimpi.
Ayo memakmurkan Sulsel! hihihi.. :)
Masa depan Sulsel ada di tangan kita, para pemuda.

Fakta yang Tak Terbantah

Anak itu, tiba-tiba kuteringat tentangnya.. Anak yang berkeliaran di jalan, hobi meminta-minta dari orang yang satu ke orang yang lainnya lagi.. Kadang diberi, kadang pula dicaci.. Pantaskah saya mengatakan itu hobi? Terlalu egois mungkin.. Itu bukan hobi, tapi tuntutan hidup.. Lagi-lagi, benarkah itu tuntutan hidup? Ah, entahlah mengapa ia berbuat demikian.. Mungkinkah karena sebuah keterpaksaan? Kasian juga melihatmu memelas, namun terkadang kau pun terlihat memaksa.. Tak jarang kau dimarahi , dibentak, bahkan diusir.. Dimana orang tuamu? Tidakkah kau ingin bersekolah? Ufh, siapa yang tak ingin? Tentulah ia mau, toh ia juga tak berharap jadi seperti itu.. Dik, melihatmu demikian membuatku miris.. Jalanan telah membuatmu ‘sedikit’ tak terdidik.. Sedih hatiku melihat kehidupan yang tak terjamah oleh sebuah kelayakan, aku percaya kehidupan demikian benar adanya, tapi menyaksikannya membuatku sakit.. Tak percaya kau berebut sisa makanan orang, meski itu nyata.. Menanti ‘sisa’? Benarkah kau melakukannya? Betapa lahapnya engkau saat memakannya! Diriku sungguh seakan tak percaya.. Tapi apa yang aku lakukan saat melihat itu terjadi dihadapanku? Aku tak bergeming.. Membantumu pun tidak.. Takut padamu? Ah, terlalu naif menjadikan takut sebagai sebuah alasan.. :( 201010.

Bersama Mereka :)

 Cendrawasih, 29 April 2011; 03.23 pm.

Haii. Lama tak berbagi kisah yah? Yah, maklumlah sya sibuk sana-sini. Hehe. Sok sibuk. ;)

Hari ini, kuukir kenangan bersama mereka. Kau tahu siapa mereka? Mereka adalah kawan-kawan baruku, yg kini menjadi saudariku di jalan-Nya. :)

Kawan satu asramaku di program bimbel SNMPTN, Go To Big Five University Of Indonesia. Aku bahagia mengenal mereka. Bukan begitu, kawan? :D

Perjalanan tadi sungguh melelahkan. Heh? Buat apa sya berbagi kelelahan? Ah, tidak! Bukan itu yg akan sya bagi. :) hehe.

Ini cerita anak daerah yg sok tahu jalan. Padahal asli linglungx. Hihi. Dapat sya akui, Takalar sangat dekat dgn Kota Daeng. Bahkan ke sana bukanlah hal yg luar biasa. Terlalu sering kami mendatanginya. Tp tetap juga sya tak tahu dan tak hapal jalan2 yg ada. Hehee.

Eh, kok malah cerita tentang sya? Sudah ah! Hahaa. Tadi sampai mana? Oh, ya. Pagi tadi, bersama mereka, kulangkahkan kaki menuju Pantai Losari.

Kaki terus melangkah, walau tak tahu bgaimana jadinya. Kami menikmati indahnya pagi dngan senyuman. Canda dan tawa bersenyawa dlm tarikan nafas kami. :D

Di setiap perempatan ataupun pertigaan, mulut ini tak henti bertanya. Menanyakan arah Losari yang ingin kami tuju pagi ini. Bukankah jika ada kemauan, maka pasti akan ada jalan?

Yah. Setelah berjalan sejauh jarak yg tak dapat kami prediksi, kami dapat meraih tujuan ayunan langkah kaki kami. Kami tak peduli lelahnya kaki ini berjalan. Kami meresapi tiap langkah menujunya.

Meski di tengah jalan, kami sempat ragu melanjutkan keinginan kami. Tapi kami bisa mengatasinya dgn semangat yg tak pernah padam. Hehe. Anak muda bukannya memang harus seperti itu? Yeah. Kami masih muda! Hehe, tentu! :)

Kelelahan tidak dapat menghalangi datangnya kebahagiaan. :D Di Losari, kami tak mgkn melewatkan kebersamaan ini tanpa cepretan foto2. Hahaa.

Tahu tidak? Kami mengelilingi Pantai Losari dgn si bebek pink-hijau! Keren euy. Bersama merasakannya, merasakan kebersamaan. :)

Waktu tak membuat kami terlalu lama berada di sana. Setelah kepuasaan menghampiri bersama kelelahan, kami memutar langkah menuju asrama. Tentu tdk dgn brjalan kaki lagi. Hehe. Jauh kawan! Lagipula terik mentari mulai menyibak hari yg cerah ini. :) Kami pulang! Yah, kami pulang dgn sebuah bingkisan kecil yg tak ternilai harganya.

Aku senang dapat mengenal kalian, kawanku! :)

Teruntuk kawan plus saudari baruku; Anti, Ria, dan Rina (dari Sengkang). Anna, Husnil, dan Imha (dari Pare-pare). Teman kamarku, Ade Asmi Pratiwi dr Malili, Lutim. Dan kawanku Kiki, Salmi, dan Adelina yg sdh kukenal lbh lama jauh sbelum sya berada di asrama ini. Hehehe. :D

#Kutulis di saat teman kamarku terlelap tidur dan sya sendiri lagi nganggur plus-plus akibat bimbel yg baru mulai tgl 30 April 2011 esok. Ckck.

Vega dan Capella

Kau, Vega putihku yg cantik. ;) Kau memang tangguh. (Hehel Yam)

Kau, Capella kuningku yg meneduhkan. Kau selalu bisa mbuatku nyaman disisimu. (Ciu Ling)
Vega (α Lyr / α Lyrae / Alfha Lyrae) adalah bintang paling terang di rasi lyra, bintang paling terang ke lima di langit malam, bintang paling terang kedua di belahan langit utara setelah Acturus, dan merupakan "bintang tetangga" Matahari pada jarak 25,3 tahun cahaya.
Capella adalah bintang yang paling terang di Rasi Auriga, yang tercerah keenam dilangit malam dan tercerah ketiga di langit utara setelah Acturus dan Vega. Meskipun bintang ini terlihat hanya satu , sebenarnya bintang ini terdiri dari dua bintang ganda yang saling edar setiap 104 hari.


Smansa, ini sekolahku kawan! Smansa Takalar, kadang disebut smanest, yah, SMAN 1 Takalar. Aku beruntung, *versiku sendiri*, mengapa? karena Allah mengizinkanku mengenal dua lingkungan sekolah yang sepintas sama saja, namun bagiku tentulah berbeda. Bagaimana mungkin saya mengatakan keduanya sama jika perbedaannya terlihat jelas? hahaa. Alasannya tak usah kubeberkan di sini yah.. Klo penasaran, baca postingan2ku saja! *twiing* Sekolahku tak hanya di smanest, tapi juga di Clabin, Kelas Binaan Takalar. Separuh masa putih abu-abuku terukir d sini. Ada banyak cerita klasik yang akan slamanya kukenang, di sini, dihatiku. :) Terima kasih buat masa SMA yang begitu indah dan berharga! Smansa dan Clabinku. :D

Speak-speak.. Wkwk..

Huft.. Blog baruku masih blm mantap niy.. Ada yg mau bantuin saya mantapin niy blog gak? Ini blog ke-4 klo gak salah.. hahaha.. Blog yg lalu mungkin sdh pada mati kali yah? Jarang diurus sih.. Kadang lupa passwordnya jugaa.. hihihi.. Insya Allah blog yg ini bakalan terjamin, aamiin.. Huaa, aku ingin jadi penulis seperti Andrea Hirata dan Tere Liye, mereka penulis favoritku loh.. *apa sih ni anak* huhuu.. Oii, mana kalian semua? Follow my blog dong! Comment postinganku juga! Gak ada kalian, gak rame! Wkwk.. :)

Reuni APTISI Euy! ^^


Hmm.. Ini teman-teman Aptisiku.. Kukenal mereka saat PSMP Olimpiade, hehee.. Mereka teman-temanku yang hebat! Upss, jangan besar-besar ngomongnya.. Entar mereka guling-guling lagi.. hahaha.. *kedip2*

Pasti BISA! :)

Beranilah menanggung risiko terburuk dari apa yang Anda kerjakan. :)
_
Nikmatilah! Hadapilah! Karena setiap ujian dari-Nya akan membuat kita lebih dewasa dalam menjalani hidup ini. Terkadang inginmu tak sejalan dengan ingin-Nya. Ambillah hikmah dari peristiwa itu! Terimalah dengan ikhlas, saudaraku. Bukankah kegagalan hanyalah sebuah peristiwa?

“Anda tidak pernah gagal, yang gagal hanyalah peristiwanya saja, bukan Anda!”
_
Dan kita bisa mengulang peristiwa-peristiwa itu hingga kita berhasil.
Semangat! :)

Muhammad Luthfi Fauzi Amir. This is my beloved brother. He is one years old. Luthfi is my clever brother!

Bantaeng, Sulawesi Selatan.
Dua bocah kecil yang sedang menikmati indahnya ciptaan Allah.
Tak ada keluh kesah di wajah mereka.
Mereka bocah-bocah kecil yang ceria dalam menapaki hidup.
Karena hidup tak selamanya duka, ada bahagia yang turut menemaninya.

Hidup Bagaikan Gema

Hidup bagaikan gema.
_
Gema adalah pantulan bunyi. Disaat kau mengatakan KAMU BISA, maka ada umpan balik yang juga menjawab KAMU BISA! Begitulah kehidupan. Kehidupan memberi umpan balik atas semua ucapan dan tindakanmu. Anda hanya akan menuai apa yang Anda tanam. Maka tanamlah kebaikan agar kau pun akan menuai kebaikan. :)

Bitung, Sulawesi Utara. 
Indahnya fajar d Pelabuhan Bitung. Panorama yang mempesona menurutku! Waow. Keren! :)

Heii, aku cuma mau share gambar Rektorat Universitas Sam Ratulangi.. hihi.. Ini nih, rektorat tempatku kuliah.. Aku baru masuk tahun ini.. Doain moga kuliahnya lancar dan bisa jadi mahasiswi berprestasi yah! Aku ingin seperti Vega Putih yang slalu bersinar.. :D

EUFORIA KELASKU

Kubuka pintu dan langkahkan kaki
Dinding biru berbaur ungu dan bersanding cream
Kuletakkan tubuhku pada kursi
Di pojok ruangan

Dinginnya AC menembus tulang-tulangku
Ditambah gemerisik pulpen yang turut berbaur
Spidol menari-nari di papan putih di depan kelas
Lampu yang temeram dalam balutan putih

Siswa dan tentor bersenggama
dalam euforia di kelasku
indah dan berbekas dalam benak kami
menambah mozaik dalam hidup kami

Jum'at, 5 November 2010; 17.40
Uchi, Salmi, Difeb, k'Sudir, Hadi, Arfah, dan Hamzah..

^Saatnya Meraih Mimpi^

Hari ini seragam putih abu-abu resmi kami tanggalkan. Kami siap meraih mimpi-mimpi yang telah kami rangkai. Setelah acara perpisahan usai, Fita, Ifah, Rani, Kiyah, dan Arli membahas mengenai rencana mereka melanjutkan kuliah di taman sekolah.
Fita     :   Kawan, tidak terasa kita sudah lulus, saatnya kita menentukan jalan masing-masing. Jalan menuju kesuksesan tentunya. Bukankah begitu?
Rani    :   Setuju! Meski kita tidak sekelas lagi, kita akan tetap menjadi saudara kan? Kata Pak Guru, “Di manapun kalian berada, kalian akan tetap menjadi saudara. Tidak ada yang hilang dan pergi dari hati.”
Kiyah   :   Tentunya sobat! Mau tidak mau kita harus berpisah. Bukankah untuk mencapai sesuatu memang diperlukan sebuah perjuangan? Pendidikan akan membuat kita menjadi orang. Kita masih bisa berhubungan kok. Tenang aja!
Ifah     :   Pastinya kawan! Eh, kalian mau lanjut di mana nih? Kalau aku, Insya Allah ngambil jalur PMDK yang di UI, jurusan Biologi.
Fita     :   Wah, wah, wah.. Bagus dong! Jadi lanjut ke Harvard nantinya? Semangat ya. Kamu harus bisa seperti Arai Sang Pemimpi yang tidak pernah patah semangat dalam meraih mimpi. Karena tanpa semangat dan harapan, orang seperti kita ini akan mati. (bergaya ala Arai)
Kiyah   :   kita bakal punya sahabat yang ahli Biologi nih. Professor Ifah. Hahahah… (tertawa terbahak-bahak)
Rani    :  Hussss! Ketawanya jangan keras-keras Kiy.. Ingat adab sopan santun, suara kan aurat! Hihihi… (tertawa kecil sambil melirik ke arah  Kiyah)
Ifah     :   Insya Allah studi tetap lanjut hingga ke Harvard, biar bisa jadi ahli Biologi seperti yang dikatakan Kiyah. Semangat kawan!
Arli      :   Yup, semangat! Semoga apa yang Ifah cita-citakan bisa diraih dengan perjuangan tentunya. Hehehe… Saudara, saya mau ikut tes masuk STAN nih, doain ya moga lulus tesnya! Pilihan kedua sih, lanjut di UNHAS saja, jurusan Ekonomi. Saya ingin seperti Ibu Mulyani. Hehehe…
Fita, Rani, Kiyah, dan Ifah  :  Amin… Doa kami menyertaimu sobat!
Kiyah   :   Mari kobarkan semangat juang kita! (tersenyum jahil)
Fita     :  Yuuuk, mari. Sukses ya Li.. Semoga kelak bisa menjadi Menkeu RI yang jujur dan bertanggungjawab. Amin.
Ifah     :   We can do it. Ganbatte kudasai!
Rani    :  Hwaiting! Sugohaseyo… Kalau Ifah ingin lanjut di UI dan Arli ingin lanjut di STAN atau UNHAS, aku lain lagi. Aku ingin ke Madinah, ngambil ilmu syar’i. Cita-citaku tinggi banget ya? Tapi aku yakin tidak ada yang tidak mungkin jika Allah SWT menghendaki. Takbir yook, ALLAHU AKBAR! (mengepalkan tangan)
Ifah, Fita, Kiyah, dan Arli  :  ALLAHU AKBAR! (tersenyum ke arah Rani)
Arli     :   Semoga Rani bisa ke Madinah, Amin. Wah, temanku yang stu ini perginya jauh banget. Tapi tidak apalah, aku kan selalu mendukungmu saudara! Allah tidak pernah salah menilai usaha dan perjuangan hamba-hambaNya. Salam meraih mimpi!
Kiyah  :   Mari kita bangun Indonesia cendikia dengan tangan-tangan kita. Untuk meraih itu, kita harus bersungguh-sungguh dalam meraih cita. Jadi, mulai sekarang kita harus fokus pada apa yang ingin kita raih, jangan sampai kita salah memilih dalam hal pendidikan.
Ifah    :   Betul itu. Tapi kita harus ingat bahwa ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang diamalkan oleh pemiliknya. Jadi, percuma kita memiliki ilmu yang tinggi jika kita tidak pernah menyampaikannya ke orang lain.
Fita    :  Ya, memang seharusnya seperti itu bukan? Ran, cita-citamu sungguh mulia! Aku salut padamu. Sukses ya kawan! Oia, aku rencana mau masuk FK UGM nih. Dari dulu kan aku inginnya jadi dokter, tepatnya menjadi seorang dokter ahli bedah.
Kiyah  :   Menjadi seorang dokter juga tugas mulia Fit. Tapi jangan lupa diri ya. Nilai-nilai kemanusian harus tetap kita junjung. Aku prihatin dengan instalasi kesehatan di Negara kita ini. Nilai-nilai kemanusiaan kini mulai terabaikan dan adanya determinasi antara golongan atas dan golongan bawah.
Fita    :  Tentu Kiy, menurut buku Livor Mortis yang pernah aku baca juga mengarah ke situ. Ketidakadilan kini telah merebak di Negara kita, bukan hanya pada instalasi kesehatan, instalasi lainnya pun tak jauh beda. Jadi, tugas kita adalah merubah tradisi yang telah membudaya ini.
Arli    :   Ya, ya, ya. Kipon Hamasah Fit. Mimpi akan memberikan kekuatan positif untuk mengejar apa yang kita inginkan. Jangan pernah berhenti untuk melangkah.
Ifah   :   Pilihan ada di tangan kita. Kita ingin menjadi orang yang luar biasa atau orang yang biasa-biasa saja. Jadi, pandanglah ke depan. Kita punya masa depan yang cerah. Senyum! (tersenyum manis) Kalau Kiyah mau lanjut di mana?
Kiyah :   Hmmm… Aku ingin ngambil jurusan Farmasi UNHAS. Cita-citaku adalah menjadi seorang apoteker professional. Ingin membangun sebuah APOTIK besar dan terlengkap yang ada di Indonesia. Bukan hanya obat-obatan kimia, tapi juga obat-obatan herbal yang alami. Doain aku juga ya…
Fit     :  Amin. If you wanna big, think big! Itu kalimat motivasi yang cukup mendongkrak semangatku. Kini saatnya kita melangkah tak beriringan dalam meraih harapan dan cita kita. Kita tidak boleh PESIMIS dalam meraih semua ini, kita harus OPTIMIS. Allah Azza wa Jalla selalu bersama kita.
Rani  :  Yaa, cerdas itu bukan bawaan lahir, tetapi cerdas adalah bentukan zaman yang akan membentuk sebuah peradaban. Mari menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang cerdas dan terdidik.
Ifah   :  Saya setuju dengan kalian! Kawan, saatnya kita berpisah. Suatu saat nanti, kita akan bertemu kembali dengan menggenggam mimpi-mimpi kita ini. Jangan lupa saling mengabari satu sama lain ya!
Arli, Rani, Fita dan Kiyah   :   Siiiip….!
Hati mereka telah lama menyatu dalam tali kisah persahabatan Ilahi, meski mereka terpisah jarak, namun mereka akan selalu di hati. Mereka adalah sosok-sosok orang yang luar biasa. Mereka akan terus belajar, belajar, dan belajar. Pendidikan baginya adalah suatu kewajiban. ^^

Special for my friends in CLABIN

The wind brings news
when people could not hear it
also could not bring into my soul
leave the area especially

I breathe the air here
here I opened my eyes
here I am studying
with the teachers and my friends

however,
we will split
because of age and demanding our hope
with a bit of a longing that incriminating

goodbye friend
see ya tomorrow
when the sun becomes a red
when the clouds dressing longing

I'll still be your friend
I'll be back with my smile
with the wings of love

Cerita Tentang Kita

Cendrawasih, 12 Mei 2011. 09.53 am.

Di atas pembaringan empuk, aku mengenang kalian. Mengenang semua kisah tentang kita 3 tahun terakhir ini.

Masih ingatkah kalian saat berita kelulusan di SMP dulu? Yg terbayang di saat itu adalah seragam putih-abu2 yg tak lama lagi akan kita kenakan. Terbayang pula lingkungan sekolah idaman, kawan baru, dan segala tetek bengek bangku SMA.

Kala kumengingatnya kembali, ingin rasanya mengabadikan segala peristiwa lalu dgn kepingan kaset kehidupan. Huhu. Cukup dgn menyimpanx dlm bagian album kenangan memori otak kita. Yah, kurasa itu lebih dr cukup. :)

Mari membagi semuanya dalam tuangan kata dalam cerita! Hehee.

2008. Tahun kita berjumpa dlam naungan masa putih-abu2. Awal rangkaian kenangan kita. X.1, kelas yg menjadi ikatan persaudaraan kita semua. Duh, aku merindukannya. Setahun bersama kalian bukan waktu yg singkat, kawan! Kutemukan banyak karakter di sana. Aneka karakter yg menyatu dalam kebersamaan. :)

Hualah. Sepertinya aku merindukan kelas kita. Merindukan segala suasana kala itu. Hahaa. Rindu bangku kesayanganku. Rindu sahabat2ku. Rindu REDOKS 05. Rindu semua pelakon X.1.

Yg paling berkesan saat kelas X, yah surat2nya. Haha. Coretan2 dialog dlm kertas kucek di saat pelajaran berlangsung. Ckck. Membicarakan hal-hal lucu, aneh, dan gaje. Saat kubaca kembali coretan itu, aku hanya bisa tertawa. Menertawakan kegilaan kami. Partner dialog kertasku hanya Nita, Syahrul, dan kadang Imha. Kalian jangan pernah melupakanku! :)

Satu lagi, saat perpisahan kelas X. @Bantimurung. Moment yg juga berkesan menurutku. Banyak peristiwa yg menggelikan. Yg paling lucu saat ke Goa Mimpi. Ah, siapami itu paling sok mau jokka deh? Siapa juga yg langsung ngikut sama kakak2 penunjuk jalan itu tanpa nego sedikit pun? Akibatnya, yah, hahaa. Tak perlu sya sebutkan, kalian juga tahu, dan pasti sama sepertiku, tak bisa melupakan hal itu. Wahaha. Bikin malu. Ckck. Yg keren juga ada. Waktu luncur2an di air terjun. Kayak anak-anak, tapi membahagiakan. :D Aku sungguh merindukan kalian, sahabat!

2009. Tak banyak waktu bersama kalian. Tapi masih berbekas saat kelas 2IPA1 kita msh moving class. Terluntang-lantung. Haha. Tapi aku menikmatinya. :D

Setelah lulus seleksi, kuputuskan utk melanjutkan study @CLABIN. *sok2* haha. Kutinggalkan smanest tgl 10 Oktober 2009. Yah, itu awal aku bertemu kawan-kawan baruku dr berbagai sekolah di Takalar. Kutemukan saudara(i) yg telah mengental dalam aliran darahku. Clabin. Kelas A. Tempat teristimewa bersama orang2 istimewa. Serangkaian cerita melayang dalam pikiranku saat ini. Huaah. Aku merindukan kebersamaan kita, sahabat! Ingin rasanya mengulang semuanya. :'(

Kutemukan keluarga di sana, kutemukan guru2 luar biasa dgn segala pengorbanan yg ada. Guru2 penginspirasi yg terus memotivasi tanpa henti. :)

Kawan, ingatkah kalian cerita kita? Cerita yg hanya terangkai dalam 16 bulan? Cerita yg sangat berkesan dalam hidupku, dan tentu dalam hidup kalian pula.

Tiada hari tanpa kebersamaan kala itu. Belajar bersama yg menyenangkan dalam satu atap yg tentram dan damai. Dimana hanya ada kita di sana. Semangat belajar yg menggebu2 sangat kurasakan bersama kalian. ;) Tak ada kalian, sungguh tak rame. Bukan begitu?

Huhuu. Banyak hal yg membuatku rindu pada kalian. Mulai dari makan bekal bersama, jajan bersama, nonton bersama, diskusi bersama, sholat berjamaah bersama, debat bersama, nyerocos bersama, main bersama, kuis bersama, lomba bersama, dan yg paling keren, berpetualang bersama dan curhat bersama. Hahaha. Sungguh, aku akan selalu merindukan kalian. :)

Ah, aku rindu petuah dari PaGas, rindu bimbingan, kuis, nyanyi2, dan PD dr Ibu Yup, rindu motivasi dr Pak Salam, rindu Pak Rivai, Ser yg sangat kami hormati, rindu nasihat Ibu Rosmin, rindu belajar dongeng sejarah Ibu Hasna, rindu cara belajar asyik dr Pak Zul, rindu pelajaran mtk Pak Syahrir, rindu cerita bersama Pak Jalil, rindu sama Ibu Chi', rindu kesenian dan estetika gambar dr Pak Bakri, rindu retorika dr Pak Andi Taris, rindu Pak Ilham yg memberi kesan tersendiri pada kami, rindu pada semua guru2 hebat yg tak pernah lelah mengajari kami, mendidik kami mjadi anak2 yg santun. Oiah, aku pun merindukan sensei, sensei Yuriko. Sayonara jamata, sensei! :)

2010. Tahun ini, msh kurasakan kebersamaan bersama kalian. Msh banyak petualangan yg kita lewati. Kelas XII. Beuh, hampir pisah yah? Tidak sanggupka! Haha. Ah, pada akhirnya kita pisah juga. Tgl 7 Februari 2011, kita harus kembali ke sekolah masing2. Saat itu, aku tak bisa membendung air mataku. Sahabat, tak ada yg hilang dr sebuah kenangan. Kalian akan tetap di hati, selamanya. :)

2011. Tidak terasa kita telah di penghujung masa SMA. Hari ini H-4 Pengumuman Kelulusan kita. Semoga kesuksesan senantiasa menghampiri kita. Amiin. :D Sampai jumpa di puncak kesuksesan tertinggi, sahabatku! Kutunggu kalian di tempat kita, 22 Juli 2022. :)

Subhanallah. :D

Takalar, 17 Mei 2011; 11.53 pm.

Subhanallah. Nikmatmu begitu luas Ya Robb. Dgn izinmu, aku bisa mengenakan almamater itu. Almamater yg sdh sangat lama aku impikan, menjejakkan kaki dlm dunia kesehatan. Ya Robb, mudahkan hamba dalam menapaki jalan2-Mu. :-)

Terima kasih telah menunjukiku jalan meraih ridho-Mu d dunia. Izinkanku menjadikannya ladang dunia utk akhiratku. Aku ingin menjadi dokter, dokter yang syar'i, hihi. I wanted to do something which is useful to humans. :-)

Lulus SNMPTN Undangan, Pendidikan Dokter-Universitas Sam Ratulangi adalah jalan yg Kau berikan utkku, yg juga menjadi salah satu kado terindah utkku. Terima kasih ya Allah. Sungguh aku tak dapat melukiskan kemurahan-Mu. Semoga inilah jalan terbaik yg Engkau pilihkan utkku. Amiin. :-)

Terima kasihku pula utk ayah dan ibu tercinta yg tak pernah henti mendoakanku, juga membimbing, dan memotivasiku. Begitupun dgn guru2ku yg slama ini telah menjadikanku 'manusia' yg insya Allah bisa bermanfaat bagi semua orang. Juga utk kakak, adik, dan teman2ku yg telah memberiku semangat dan trut mendoakanku dlm mengejar cita, terima kasih atas setiap pelajaran berharganya, kawan. Buat keluarga dan kerabat dekatku yg slalu mendorongku utk maju, utk bsa menjadi dokter, terima kasih. :-D Utk semuanya, barakumullah fiik. :-)

Buat teman2ku yg kesuksesanx msh tertunda, tetaplah semangat! Optimis! Bangkitlah! Msh ada bnyak jalan yg Allah anugerahkan utk kita. Allah punya skenario indah buat kita. Dialah Dzat yg Maha atas segala sifat2-Nya. Inginmu blm tentu sama dgn ingin-Nya, namun percayalah, ingin-Nya jauh lebih baik dari inginmu. Ma'an najah! Keep fighting! :-D

Tetap Semangat!

Pecahkan rekor pribadi Anda pada potensi terbaik Anda! :)
_
Kita diciptakan bukan untuk memecahkan rekor orang lain, saudaraku.
Target kita adalah memecahkan rekor pribadi kita secara terus-menerus!
Pakailah system KAIZEN, yaitu sistem perbaikan terus-menerus.
Buatlah hari ini lebih baik dari kemarin dan esok lebih baik dari hari ini.
Selamat mencapai rekor pribadi Anda! :)

My Stars :)

Capella bersinar hampir tepat diatas kepala pada setiap musim dingin. Ia adalah salah satu dari tiga bintang cemerlang di langit belahan utara setelah Arcturus yang muncul pada musim semi dan Vega pada musim panas. Meskipun terlihat ketiga bintang itu sama-sama cemerlang namun kita dapat membedakannya dengan warna Arcturus yang lebih redup dengan warna jingganya. Sedangkan, Vega lebih panas dibandingkan dengan Arcturus yaitu berwarna putih. Dan Capella berada ditengah-tengah mereka dengan warna kuningnya.

My Capella, jauh nun di sana. Aku hanya dapat merasakannya, meski begitu aku senang memilikinya. Hihihi. Ia Capella kuningku yang menenangkan dan meneduhkanku. Sinar kuningnya slalu menerangi malamku. Capellaku siap mendengar keluh kesahku, membuatku terkekeh sendiri karena ulahnya. Huaa, aku beruntung memilikinya. *wink*

My Arcturus, hm. Aku belum menemukan bintangku yang satu ini. Ckck.

Vega? ah, Capella menamaiku Vega. Sudah kutanyakan alasan Ia memanggilku Vega. Alasannya lagi-lagi membuatku guling2, tersenyum sendiri olehnya. Capellaku memang pandai membuatku gila. Hahaha. :)

Dan kalian tahu? Aku punya banyak bintang-bintang di sekelilingku. Mereka adalah sahabat-sahabatku. :)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...